Rusia dan AS Tukar Tawanan Terbesar sejak Perang Dingin, Ini Daftarnya
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
5. Vladislav Klyushin
Klyushin, seorang pengusaha Rusia, ditangkap di Swiss atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat pada tahun 2021.
Dia dijatuhi hukuman sembilan tahun pada tahun 2023, dituduh meretas beberapa perusahaan, menggunakan informasi yang diambil untuk perdagangan orang dalam.
Salah satu karyawan Klyushin termasuk di antara 12 tersangka agen GRU yang didakwa di AS pada tahun 2018 karena meretas kampanye presiden Hillary Clinton tahun 2016 dan Komite Nasional Demokrat.
6. Mikhail Mikushin
Mikushin ditangkap di Norwegia pada tahun 2022, dituduh sebagai mata-mata GRU Rusia saat menyamar sebagai peneliti Brasil di Universitas Arktik Norwegia.
7. Vadim Konoshchenok
Konoshchenok telah digambarkan oleh otoritas AS sebagai warga negara Rusia yang diduga memiliki hubungan dengan Dinas Investigasi Federal (FSB) Rusia.
Konoshchenok diduga terlibat dalam penyelundupan barang dari AS ke Rusia, termasuk pengadaan senjata secara ilegal untuk perang di Ukraina.
Dia membantah tuduhan terhadapnya, menurut media pemerintah Rusia.
8. Alexander Vinnik
Vinnik dituduh oleh otoritas AS melakukan pencucian uang lebih dari USD4 miliar.
Jaksa menduga bitcoin yang dicuri dari bursa mata uang kripto Jepang Mt.Gox diperdagangkan di platform yang didirikan Vinnik—BTC-e, yang dulunya merupakan bursa kripto berbahasa Rusia terbesar.
Dia juga dituduh oleh Kantor Kejaksaan Agung Rusia menggelapkan 600.000 rubel dari organisasi yang tidak disebutkan namanya.
Pengacara Vinnik mengatakan dalam berkas pengadilan tahun lalu bahwa dia adalah "subjek negosiasi politik atas pertukaran tahanan dengan Rusia di tingkat tertinggi pemerintahan."
(mas)
Lihat Juga :