Upaya Israel Bunuh Komandan Hizbullah Fuad Shukr di Beirut Gagal

Rabu, 31 Juli 2024 - 09:15 WIB
loading...
Upaya Israel Bunuh Komandan...
Warga dan petugas berada di lokasi serangan bom Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 30 Juli 2024. Foto/Hussein Malla
A A A
BEIRUT - Upaya Israel membunuh komandan Hizbullah Lebanon Fuad Shukr telah gagal, menurut sumber yang memegang posisi senior dalam gerakan tersebut kepada Sputnik pada Selasa (30/7/2024).

"Serangan Israel ditujukan untuk membunuh komandan Fuad Shukr. Upaya pembunuhan tersebut telah gagal," ungkap sumber tersebut.

“Sebanyak 17 orang, termasuk enam anak-anak, terluka pada Selasa akibat serangan Israel terhadap wilayah Haret Hreik di pinggiran Dahieh di selatan ibu kota Lebanon, Beirut,” ungkap laporan media penyiaran Lebanon Al Jadeed, mengutip korespondennya.

"IDF melakukan serangan yang ditargetkan di Beirut, terhadap komandan yang bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak di Majdal Shams dan pembunuhan sejumlah warga sipil Israel lainnya. Saat ini, tidak ada perubahan dalam pedoman pertahanan Komando Front Dalam Negeri. Jika ada perubahan yang akan dilakukan, pembaruan akan dirilis. Rinciannya akan menyusul," ungkap pernyataan militer penjajah Israel (IDF) sebelumnya di Telegram.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan di X saat serangan itu bahwa, "Hizbullah telah melewati batas merah."

Militer Israel mengatakan pada Sabtu bahwa 12 orang tewas dalam serangan roket di Dataran Tinggi Golan, yang mereka tuduhkan pada Hizbullah. Gerakan Lebanon itu membantah tuduhan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak akan membiarkan serangan di Dataran Tinggi Golan itu tidak terjawab, dan Hizbullah akan membayar harga untuk ini "yang belum pernah mereka bayar sebelumnya."

Hamas mengutuk keras serangan Israel di pinggiran kota Beirut dan menyatakan solidaritas penuh dengan Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati juga mengutuk "agresi Israel terhadap pinggiran kota selatan Beirut", menganggapnya sebagai "mata rantai dalam serangkaian operasi agresif".

"Kami menempatkan agresi Israel di hadapan masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dan mewajibkan Israel untuk menghentikan agresinya. Kami akan mempertahankan hak penuh kami untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan yang berkontribusi untuk mencegah agresi Israel," tegas Mikati, seperti dikutip Al Jazeera.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada Sputnik bahwa serangan terhadap Lebanon merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
4 Negara Mayoritas Islam...
4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah
Netanyahu Batal Tunjuk...
Netanyahu Batal Tunjuk Eli Sharafit Jadi Bos Baru Shin Bet karena Kritik Trump
Warga Gaza Gelar Salat...
Warga Gaza Gelar Salat Idulfitri di Atas Reruntuhan Masjid di Tengah Serangan Israel
Selamatkan Puluhan Warga...
Selamatkan Puluhan Warga Korsel dari Kebakaran Hutan, WNI Bisa Dapat Visa Jangka Panjang
Daftar Lengkap Negara...
Daftar Lengkap Negara Dikenakan Tarif Masuk oleh Trump, Paling Tinggi Kamboja 49 Persen
Rekomendasi
350.000 Kendaraan Padati...
350.000 Kendaraan Padati Jalur Puncak, Arus Balik Meningkat Akhir Pekan
Cegah Kemacetan, Polisi...
Cegah Kemacetan, Polisi Terapkan Sistem One Way di Jalur Wisata Dieng
Rekor Angkutan Lebaran...
Rekor Angkutan Lebaran 2025: KAI Daop 4 Semarang Layani Ratusan Ribu Penumpang
Berita Terkini
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
15 menit yang lalu
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
1 jam yang lalu
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
2 jam yang lalu
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
3 jam yang lalu
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
4 jam yang lalu
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penduduknya...
10 Negara Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved