Erdogan Ancam Invasi Israel untuk Bela Palestina, Ini Reaksi Zionis

Senin, 29 Juli 2024 - 09:11 WIB
loading...
Erdogan Ancam Invasi...
Rezim Zionis remehkan ancaman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang akan menginvasi Israel untuk membela Palestina. Foto/Anadolu
A A A
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Israel Katz bereaksi dengan nada meremehkan terkait ancaman invasi yang dilontarkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Menlu Zionis itu menyamakan pemimpin Turki dengan presiden Irak yang dieksekusi gantung, Saddam Hussein.

"Erdogan mengikuti jejak Saddam Hussein dan mengancam akan menyerang Israel. Biarkan saja dia mengingat apa yang terjadi di sana dan bagaimana itu berakhir," kata Katz di X, mengunggah foto Erdogan dan Hussein, Senin (29/7/2024).

Baca Juga: Gawat, Erdogan Ancam Invasi Israel untuk Bela Palestina!

Ancaman Erdogan akan menginvasi Israel untuk membela Palestina disampaikan dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada hari Minggu.

Dia mengatakan pasukan Turki bisa masuk ke Israel terkait konflik yang tak kunjung berakhir di Jalur Gaza antara Zionis dan Hamas.

"Kita harus sangat kuat agar Israel tidak dapat melakukan hal-hal konyol ini terhadap Palestina. Sama seperti kita memasuki Karabakh, sama seperti kita memasuki Libya, kita mungkin melakukan hal serupa kepada mereka," kata Erdogan.

"Tidak ada alasan mengapa kita tidak dapat melakukan ini...Kita harus kuat agar kita dapat mengambil langkah-langkah ini," imbuh Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi, seperti dikutip Reuters.

Komentar Erdogan tersebut merujuk pada partisipasi aktif Ankara dalam perang saudara Libya, serta permusuhan baru-baru ini di wilayah Azerbaijan; Nagorno-Karabakh.

Baku, yang muncul sebagai pemenang dalam konflik melawan separatis Karabakh pro-Armenia dan mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang memisahkan diri, telah menerima dukungan dari Israel dan Turki, namun dugaan keterlibatan langsung pasukan Ankara dalam permusuhan tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Meskipun Erdogan telah lama memposisikan dirinya sebagai pendukung utama perjuangan Palestina, dia sebagian besar abstain dari ancaman invasi langsung ke Israel.

Nasib Saddam Hussein


Pada 20 Maret 2003, dengan dalih memerangi terorisme dan mencari senjata pemusnah massal, koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat mulai melakukan pengeboman besar-besaran terhadap kota-kota Irak.

Akibatnya, presiden negara itu Saddam Hussein digulingkan, dan tidak ada jejak senjata pemusnah massal yang dilarang oleh konvensi internasional yang pernah ditemukan.

Pemerintahan Saddam Hussein jatuh pada 17 April 2003, dan pemimpin Irak itu terpaksa bersembunyi.

Pada bulan Desember 2003, Hussein ditemukan oleh militer AS di dekat kampung halamannya di Tikrit di tempat penampungan bawah tanah, dan pada 30 Juni 2004, dia diserahkan kepada otoritas Irak bersama dengan 11 anggota rezim Partai Baath.

Pada 5 November 2005, Mahkamah Agung Irak memutuskan mantan pemimpin Irak bersalah atas kejahatan terhadap rakyat Irak, dan dia dieksekusi gantung pada 30 Desember 2006.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved