Dahsyatnya Serangan Roket yang Tewaskan 12 Warga Israel di Lapangan Sepak Bola

Minggu, 28 Juli 2024 - 06:57 WIB
loading...
Dahsyatnya Serangan...
Sebanyak 12 warga Israel tewas dalam serangan roket dahsyat di sebuah lapangan sepak bola di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan. Foto/Al Arabiya
A A A
TEL AVIV - Sebanyak 12 warga Israel, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan roket yang dahsyat di sebuah lapangan sepak bola di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan—wilayah Suriah yang diduduki Zionis—pada hari Sabtu (27/7/2024).

Militer Israel mengatakan roket itu ditembakkan oleh kelompok Hizbullah Lebanon. Namun kelompok yang didukung Iran itu membantah terlibat dalam serangan itu.

Seorang petugas medis Israel menggambarkan kerusakan hebat dan kebakaran di lokasi serangan.

"Kami menyaksikan kerusakan hebat saat tiba di lapangan sepak bola, serta barang-barang yang terbakar. Ada korban di rumput dan pemandangannya mengerikan," kata petugas medis Magen David Adom, Idan Avshalom.

Baca Juga: Israel-Hizbullah di Ambang Perang Habis-habisan setelah 12 Warga Zionis Tewas Diterjang Roket

Seorang saksi mata, yang minta tak disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters: "Itu mendarat di lapangan sepak bola, semuanya anak-anak, banyak mayat di lapangan, kami tidak tahu siapa mereka."

Serangan di lapangan sepak bola itu menyusul serangan Israel di Lebanon yang menewaskan empat milisi Hizbullah pada hari Sabtu.

Namun dua sumber keamanan di Lebanon mengatakan keempat milisi yang tewas dalam serangan Israel di Kfarkila di Lebanon selatan adalah anggota kelompok bersenjata yang berbeda, dengan setidaknya satu dari mereka adalah anggota Hizbullah.

Militer Israel mengatakan pesawatnya telah menargetkan sebuah bangunan militer milik Hizbullah, setelah mengidentifikasi sel militan yang memasuki bangunan tersebut.

Hizbullah mengeklaim setidaknya empat serangan, termasuk dengan roket Katyusha, sebagai balasan atas serangan Kfarkila.

Namun, perwakilan media senior Hizbullah, Mohammad Afif, membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap Majdal Shams.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok yang didukung Iran tersebut mengatakan: ”Kami dengan tegas membantah tuduhan yang dilaporkan oleh media musuh tertentu dan berbagai platform media mengenai penargetan Majdal Shams."

"Perlawanan Islam tidak memiliki hubungan dengan insiden ini," lanjut Hizbullah.

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz membahas serangan mematikan itu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. "Hizbullah melewati semua garis merah," katanya.

”Israel sekarang menghadapi perang habis-habisan dengan Hizbullah.”

"Saya tidak ragu bahwa kami akan menebusnya," kata Katz, seraya menambahkan bahwa Hizbullah akan membayar lebih mahal atas tindakannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved