Biden Tekankan Pentingnya Gencatan Senjata Gaza saat Bertemu Netanyahu

Jum'at, 26 Juli 2024 - 19:01 WIB
loading...
Biden Tekankan Pentingnya...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) mendengarkan Presiden AS Joe Biden selama pertemuan bilateral di Ruang Oval di Gedung Putih, di Washington DC, AS, 25 Juli 2024. Foto/EPA-EFE/SAMUEL CORUM
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menekankan perlunya menutup celah yang tersisa dan menuntaskan gencatan senjata Gaza serta kesepakatan penyanderaan selama pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Gedung Putih mengatakan isi pertemuan itu. “Selama pertemuan di Gedung Putih, kedua pemimpin membahas perkembangan di Gaza dan negosiasi yang sedang berlangsung mengenai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera secara terperinci,” ungkap pernyataan Gedung Putih.

“Presiden Biden menyatakan perlunya menutup celah yang tersisa, menuntaskan kesepakatan sesegera mungkin, membawa pulang para sandera, dan mencapai akhir yang langgeng bagi perang di Gaza,” ujar Gedung Putih.

Gedung Putih menjelaskan, “Biden juga mengangkat krisis kemanusiaan di Gaza, perlunya menyingkirkan segala hambatan terhadap aliran bantuan dan memulihkan layanan dasar bagi mereka yang membutuhkan, dan pentingnya melindungi kehidupan warga sipil selama operasi militer.”

“Presiden Biden menegaskan kembali komitmen kuat Amerika Serikat terhadap keamanan Israel terhadap semua ancaman dari Iran dan proksinya, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Houthi,” ungkap Gedung Putih.

Kunjungan ke Gedung Putih adalah yang pertama bagi Netanyahu sejak Biden memangku jabatan pada tahun 2021 di tengah keretakan yang berulang antara kedua sekutu.

Tekanan internasional untuk gencatan senjata guna mengakhiri pertumpahan darah dan kehancuran di Gaza terus meningkat karena jumlah korban tewas dengan cepat mendekati 40.000 jiwa.

Perdana Menteri Israel juga bertemu Wakil Presiden AS Kamala Harris, di mana dia dikatakan telah menyatakan keprihatinannya tentang situasi di Jalur Gaza.

“Saya telah menjelaskan dengan jelas keprihatinan serius saya tentang situasi kemanusiaan yang mengerikan di sana, dengan lebih dari 2 juta orang menghadapi tingkat kerawanan pangan yang tinggi dan setengah juta orang menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang sangat parah,” ujar Harris kepada wartawan setelah pertemuan tertutup dengan Netanyahu.

Pertemuan itu terjadi sehari setelah Netanyahu berpidato di sidang gabungan Kongres AS, di mana dia mengklaim perang di Gaza memiliki “salah satu rasio korban kombatan terhadap non-kombatan terendah dalam sejarah perang perkotaan.”

Netanyahu juga mengklaim pasukan penjajah Israel tidak menghalangi pada masuknya bantuan ke Jalur Gaza.

Dia mengatakan Israel telah "memungkinkan lebih dari 40.000 truk bantuan memasuki Gaza" dan menambahkan itu berarti "lebih dari 3.000 kalori untuk setiap pria, wanita, dan anak di Gaza."

Namun, dia tidak membedakan jenis bantuan yang dikirim dalam truk-truk itu, dengan beberapa truk membawa tenda dan kasur, bukan makanan dan bantuan medis.

Dia juga tidak menyebutkan bahwa sebelum pemboman Israel yang sedang berlangsung, 500 truk memasuki Gaza setiap hari dan jumlah itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Jalur Gaza.

Pada tingkat kedatangan sebelum perang, 147.500 truk akan memasuki Jalur Gaza antara 7 Oktober dan tanggal pidato Netanyahu di Kongres, namun jumlah yang dia sebutkan jauh lebih sedikit dari itu.

Perang genosida di Gaza telah sangat merusak dukungan terhadap Biden di kalangan Partai Demokrat, dan jika dia mampu mengamankan gencatan senjata, itu akan menjadi keuntungan bagi Harris saat dia melancarkan upayanya sendiri untuk menduduki Gedung Putih setelah Biden mengumumkan dia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu mendatang dan mendukungnya untuk menggantikannya.

Baca juga: Pemimpin Hamas Dibunuh di Penjara Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved