Profil Pimpinan Hamas dan Fatah, Ismail Haniyeh dan Mahmoud Abbas
Kamis, 25 Juli 2024 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Setelah lulus, ia memulai karier sebagai pegawai Departemen Pendidikan di Qatar pada awal tahun 1960-an. Dirinya juga sempat menjadi anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di 1983.
Abbas juga pernah dipercaya menjadi Ketua PLO sepeninggal Yasser Arafat di tahun 2004, dan terpilih menjadi Presiden Palestina pada pemilu 9 Januari 2005 dengan 62,3 persen suara. Pada saat itu juga dirinya menunjuk Ismail Haniyeh sebagai Perdana Menteri.
Setahun setelahnya, hubungan antara Hamas dan Fatah mulai renggang. Ini disebabkan oleh pemikiran Mahmoud Abbas yang beranggapan jika perlu untuk mengakui negara Israel demi tercipta perdamaian.
Pemikiran tersebut langsung ditentang oleh Hamas yang sangat menolak keberadaan Israel. Setelah lama bersitegang, kini kedua organisasi itu mulai menunjukkan kebersamaannya.
Abbas juga pernah dipercaya menjadi Ketua PLO sepeninggal Yasser Arafat di tahun 2004, dan terpilih menjadi Presiden Palestina pada pemilu 9 Januari 2005 dengan 62,3 persen suara. Pada saat itu juga dirinya menunjuk Ismail Haniyeh sebagai Perdana Menteri.
Setahun setelahnya, hubungan antara Hamas dan Fatah mulai renggang. Ini disebabkan oleh pemikiran Mahmoud Abbas yang beranggapan jika perlu untuk mengakui negara Israel demi tercipta perdamaian.
Pemikiran tersebut langsung ditentang oleh Hamas yang sangat menolak keberadaan Israel. Setelah lama bersitegang, kini kedua organisasi itu mulai menunjukkan kebersamaannya.
(ahm)
Lihat Juga :