Ini Penyebab Joe Biden Mundur dari Pilpres AS

Senin, 22 Juli 2024 - 08:47 WIB
loading...
A A A
Ketika Partai Demokrat tersebut resah, serangkaian penampilan yang dirancang untuk menunjukkan kekuatan Biden tidak mampu meredakan keraguan.

Jajak pendapat menunjukkan dia tertinggal dari Trump di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran pilpres.

Para donor terkemuka mulai meninggalkannya atau mengkalibrasi ulang investasi mereka.

Diskusi tentang penurunan kognitifnya mendominasi berita. Stan Greenberg, yang merupakan lembaga jajak pendapat pada masa pemerintahan Bill Clinton dan sebelumnya memuji peluang Biden untuk terpilih kembali, berulang kali mengajukan petisi kepada Gedung Putih untuk menanggapi risiko yang dihadapinya dengan lebih serius.

Para ahli strategi partai lainnya juga merasa khawatir bahwa kampanye tersebut mengabaikan situasi krisis baik bagi Presiden maupun para kandidat yang tidak mendapat suara di seluruh negeri, yang kekayaannya bergantung pada presiden tersebut.

Negara bagian yang sangat demokratis tiba-tiba berubah menjadi ungu.

Keuntungan semakin dinikmati Donald Trump ketika dia ditembak sniper saat kampane di Butler, Pennsylvania, pada 13 Juli. Upaya pembunuhan itu, membuat popularitas Trump melesat.

Kemudian, selama kampanye di Nevada, Biden didiagnosis mengidap Covid-19, dan kembali ke rumah pantainya di Rehoboth untuk memulihkan diri.

Menurut laporan TIME, di hadapan lingkaran penasihat yang ketat, dia mengecam para donor dari Partai Demokrat karena berusaha mendorongnya keluar dari pencalonan, kesal karena kurangnya penghargaan atas prestasinya, marah karena rasa tidak hormat dari sekutu dan teman lamanya.

Namun bahkan sekutu dekatnya pun tahu bahwa dia sudah kehabisan jalan, dan mulai mempertimbangkan jalan keluar dengan sungguh-sungguh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Gempa M7 Guncang Filipina,...
Gempa M7 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami 1 Meter Lebih di 9 Provinsi
Rekomendasi
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved