alexametrics

Inggris Bersedia Lepaskan Kapal Tanker Minyak Iran, Ini Syaratnya

loading...
Inggris Bersedia Lepaskan Kapal Tanker Minyak Iran, Ini Syaratnya
Kapal supertanker minyak Iran, Grace 1. Foto/REUTERS/Jon Nazca
A+ A-
LONDON - Inggris bersedia untuk melepaskan kapal tanker minyak Grace 1 milik Iran dengan syarat. Syaratnya adalah adanya jaminan bahwa kapal itu tidak membawa minyak ke Suriah.

Kapal tanker minyak rakasasa tersebut disita atau dirampas Marinir Kerajaan Inggris di lepas pantai Gibraltar pada 4 Juli. Kapal disita karena dianggap akan menuju ke suriah yang statusnya sedang dijatuhi sanksi Uni Eropa.

Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Jeremy Hunt mengaku telah membahas nasib kapal Grace 1 dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Sabtu (13/7/2019).



"Inggris akan memfasilitasi pembebasan jika kami menerima jaminan bahwa (kapal) itu tidak akan pergi ke Suriah, mengikuti proses hukum di pengadilan Gibraltar," tulis Hunt di Twitter.

Menurut Hunt, selama pembicaraan konstruktif mereka, Zarif mengatakan kepadanya bahwa Iran ingin menyelesaikan pertengkaran diplomatik dan tidak menginginkan eskalasi.

Hubungan Iran dan Inggris tegang setelah penyitaan kapal tanker minyak Grace 1 di lepas pantai Gibraltar. Otoritas Inggris menuduh Teheran berusaha menyelundupkan minyak ke Suriah yang dilanda perang, yang berarti melanggar sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa untuk rezim Presiden Bashar al-Assad.

Teheran mengecam penyitaan kapal itu dengan menyebutnya sebagai "perampokan". Teheran membantah bahwa kapal tanker minyak tersebut berencana pergi ke Suriah.

Pada hari Jumat, polisi Gibraltar mengaku telah membebaskan awak kapal tanker minyak yang mengibarkan bendera Panama tersebut. Kendati demikian, penyelidikan atas dugaan pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Suriah yang dikakukan kapal Grace 1 masih berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif belum mengomentari pembicaraan dengan Hunt. Media Iran melaporkan bahwa Zarif telah berangkat ke New York untuk menghadiri konferensi PBB. Kunjungann ke markas PBB di New York itu berlangsung ketika ketegangan antara Iran dengan Washington sedang memanas.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak