Teroris Christchurch Pembantai 51 Muslim Bicara di Sidang Vonis, tapi Disensor
Senin, 24 Agustus 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Tarrant menggunakan senjata yang dibeli secara legal untuk melepaskan tembakan massal di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch pada Maret 2019. Penembakan massal tersebut mendorong undang-undang baru yang melarang jenis senjata semi-otomatis paling mematikan dan juga mendorong perubahan global pada protokol media sosial setelah dia menyiarkan langsung aksi pembantaiannya di Facebook, yang dilihat oleh ratusan ribu orang.
Jaksa penuntut mengatakan Tarrant juga mendistribusikan manifesto online sebelum serangan. Manifestonya menyuarakan kebenciannya terhadap Muslim dan imigran non-Eropa dan mengekspresikan keyakinannya pada "teori penggantian hebat" yang rasis.
Keluarganya percaya Tarrant diradikalisasi saat bepergian melalui Eropa Timur pada usia 20 tahun dengan uang warisan yang dia terima ketika ayahnya meninggal. (Baca jug: Teroris Pembantai Jamaah Masjid Christchurch: Berapa yang Saya Bunuh? )
Lebih dari 60 orang yang selamat dan anggota keluarga dari mereka yang terbunuh akan menghadapi Tarrant di pengadilan selama empat hari ke depan.
Hakim yang bertanggung jawab atas kasus tersebut, Hakim Cameron Mander, tidak mengizinkan pelaporan langsung media dari sidang vonis. Hakim diberi wewenang untuk melarang beberapa hal yang dikatakan di pengadilan agar tidak disiarkan atau dipublikasikan media. Para korban juga dapat memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Jaksa penuntut mengatakan Tarrant juga mendistribusikan manifesto online sebelum serangan. Manifestonya menyuarakan kebenciannya terhadap Muslim dan imigran non-Eropa dan mengekspresikan keyakinannya pada "teori penggantian hebat" yang rasis.
Keluarganya percaya Tarrant diradikalisasi saat bepergian melalui Eropa Timur pada usia 20 tahun dengan uang warisan yang dia terima ketika ayahnya meninggal. (Baca jug: Teroris Pembantai Jamaah Masjid Christchurch: Berapa yang Saya Bunuh? )
Lebih dari 60 orang yang selamat dan anggota keluarga dari mereka yang terbunuh akan menghadapi Tarrant di pengadilan selama empat hari ke depan.
Hakim yang bertanggung jawab atas kasus tersebut, Hakim Cameron Mander, tidak mengizinkan pelaporan langsung media dari sidang vonis. Hakim diberi wewenang untuk melarang beberapa hal yang dikatakan di pengadilan agar tidak disiarkan atau dipublikasikan media. Para korban juga dapat memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Lihat Juga :