Black Box: 19 Detik setelah Pesawat Ukraina Dirudal Iran, Penumpang Masih Hidup
Senin, 24 Agustus 2020 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Zanganeh mengatakan awak penerbangan pesawat—dua pilot dan seorang instruktur yang juga bepergian di kokpit—mencoba mengendalikan pesawat sampai saat-saat terakhir.
Badan Keselamatan Transportasi (TSB) Kanada mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan perekam penerbangan.
“Ini bukan laporan investigasi keselamatan akhir melainkan ringkasan singkat dari konten yang diambil dari perekam data suara dan penerbangan kokpit bulan lalu di Paris dan konsisten dengan informasi yang diterima penyelidik TSB saat menghadiri pengunduhan perekam di Prancis," kata Ketua TSB Kathy Fox.
Investigasi masih jauh dari selesai, karena masih banyak pertanyaan kunci yang perlu dijawab.
Badan tersebut mengatakan akan terus mendorong penyelidikan yang "menyeluruh, transparan dan kredibel".
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menembak jatuh penerbangan Ukraine International Airlines dengan rudal surface-to-air (darat-ke-udara) pada 8 Januari 2020, tepat setelah pesawat lepas landas dari Teheran. Teheran awalnya menyangkal telah merudal pesawat penumpang itu, namun kemudian mengakuinya sebagai "kesalahan yang menghancurkan" oleh pasukan yang bersiaga tinggi selama konfrontasi dengan Amerika Serikat.
Badan Keselamatan Transportasi (TSB) Kanada mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan perekam penerbangan.
“Ini bukan laporan investigasi keselamatan akhir melainkan ringkasan singkat dari konten yang diambil dari perekam data suara dan penerbangan kokpit bulan lalu di Paris dan konsisten dengan informasi yang diterima penyelidik TSB saat menghadiri pengunduhan perekam di Prancis," kata Ketua TSB Kathy Fox.
Investigasi masih jauh dari selesai, karena masih banyak pertanyaan kunci yang perlu dijawab.
Badan tersebut mengatakan akan terus mendorong penyelidikan yang "menyeluruh, transparan dan kredibel".
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menembak jatuh penerbangan Ukraine International Airlines dengan rudal surface-to-air (darat-ke-udara) pada 8 Januari 2020, tepat setelah pesawat lepas landas dari Teheran. Teheran awalnya menyangkal telah merudal pesawat penumpang itu, namun kemudian mengakuinya sebagai "kesalahan yang menghancurkan" oleh pasukan yang bersiaga tinggi selama konfrontasi dengan Amerika Serikat.
Lihat Juga :