Mesir Tolak Penggunaan Penyeberangan Rafah untuk Perketat Blokade Gaza
Senin, 15 Juli 2024 - 20:01 WIB
loading...
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. Foto/REUTERS
A
A
A
KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memperingatkan agar tidak menggunakan perbatasan Rafah di selatan Gaza untuk memperketat blokade di Jalur Gaza yang terkepung.
“Mesir juga menolak menggunakan penyeberangan Rafah sebagai alat untuk memperketat pengepungan terhadap rakyat Palestina di Gaza,” ungkap Abdel Fattah al-Sisi pada konferensi pers di Kairo bersama Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada Sabtu (13/7/2024).
Dia menegaskan, “Posisi Mesir didasarkan pada keniscayaan untuk mencapai gencatan senjata segera dan komprehensif dalam waktu secepatnya dan penolakan tegas Mesir terhadap segala bentuk pengungsian serta segala upaya untuk melikuidasi perjuangan Palestina.”
Sisi juga menekankan perlunya menghentikan pasukan Israel yang menargetkan warga sipil dan serangan kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat.
Pada 7 Mei, tentara Israel menguasai penyeberangan Rafah selatan yang menghubungkan Gaza dan Mesir menyusul pengumuman Tel Aviv mengenai operasi militer di kota Rafah yang padat penduduknya, mengabaikan peringatan internasional mengenai dampaknya.
Situasi kemanusiaan di Gaza telah memburuk akibat pemblokiran bantuan kemanusiaan dan penangguhan transfer pasien untuk perawatan medis ke luar negeri, ditambah dengan penutupan sebagian besar rumah sakit di wilayah tersebut.
Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober.
“Mesir juga menolak menggunakan penyeberangan Rafah sebagai alat untuk memperketat pengepungan terhadap rakyat Palestina di Gaza,” ungkap Abdel Fattah al-Sisi pada konferensi pers di Kairo bersama Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada Sabtu (13/7/2024).
Dia menegaskan, “Posisi Mesir didasarkan pada keniscayaan untuk mencapai gencatan senjata segera dan komprehensif dalam waktu secepatnya dan penolakan tegas Mesir terhadap segala bentuk pengungsian serta segala upaya untuk melikuidasi perjuangan Palestina.”
Sisi juga menekankan perlunya menghentikan pasukan Israel yang menargetkan warga sipil dan serangan kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat.
Pada 7 Mei, tentara Israel menguasai penyeberangan Rafah selatan yang menghubungkan Gaza dan Mesir menyusul pengumuman Tel Aviv mengenai operasi militer di kota Rafah yang padat penduduknya, mengabaikan peringatan internasional mengenai dampaknya.
Situasi kemanusiaan di Gaza telah memburuk akibat pemblokiran bantuan kemanusiaan dan penangguhan transfer pasien untuk perawatan medis ke luar negeri, ditambah dengan penutupan sebagian besar rumah sakit di wilayah tersebut.
Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober.
Lihat Juga :