Siapa Thomas Matthew Crooks? Sniper yang Ingin Membunuh Trump Ternyata Anggota Partai Republik

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:45 WIB
loading...
Siapa Thomas Matthew...
Thomas Matthew Crooks merupakan sniper yang menarget Donald Trump. Foto/OneIndia
A A A
WASHINGTON - Thomas Matthew Crooks merupakan sniper yang menembak mantan Presiden Donald Trump . Belum jelas motif penembakan yang dilakukannya.

Beberapa informasi bermunculan mengenai afiliasi politik Thomas Matthew Crooks yang berusia 20 tahun, yang oleh FBI disebut sebagai “subyek yang terlibat” dalam “upaya pembunuhan” Trump.

Siapa Thomas Matthew Crooks? Sniper yang Ingin Membunuh Trump Ternyata Anggota Partai Republik

1. Terdaftar Anggota Partai Republik

Pria bersenjata yang menurut pihak berwenang berusaha membunuh mantan Presiden Donald Trump adalah seorang anggota Partai Republik berusia 20 tahun yang terdaftar dan sebelumnya memberikan kontribusi kecil kepada kelompok yang berpihak pada Partai Demokrat, menurut catatan publik.

Crooks terdaftar untuk memilih sebagai anggota Partai Republik, menurut daftar di database pemilih Pennsylvania yang cocok dengan nama, usia, dan alamat Bethel Park yang digeledah oleh penegak hukum pada Sabtu malam dan terkait dengan Crooks dalam catatan publik. Pemilihan presiden tahun ini akan menjadi pemilihan presiden pertama yang dia cukup umur untuk ikut serta

2. Berasal dari Pittsburgh

Melansir CNN, Thomas Matthew Crooks tinggal di Bethel Park, pinggiran Pittsburgh, sekitar 35 mil selatan tempat kampanye Trump di mana para pejabat penegak hukum mengatakan dia menembaki mantan presiden tersebut.

“FBI telah mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks, 20, dari Bethel Park, Pennsylvania, sebagai subjek yang terlibat dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump pada 13 Juli, di Butler, Pennsylvania,” kata FBI dalam pernyataan yang dikutip NBC dan penyiar CBS.

Pihaknya tidak merilis informasi apa pun tentang dugaan motifnya.

Dia lulus dari Sekolah Menengah Bethel Park pada tahun 2022, menurut laporan media lokal dan video pembukaan sekolah tersebut.

Baca Juga: Trump Ditembak dari Jarak Sekitar 120 Meter

3. Pernah Mendonasikan USD15 kepada Partai Demokrat

Catatan Komisi Pemilihan Umum Federal menunjukkan bahwa seorang donor yang terdaftar sebagai Thomas Crooks dengan alamat yang sama memberikan $15 kepada komite aksi politik yang berpihak pada Partai Demokrat yang disebut Progressive Turnout Project pada Januari 2021. Sumbangan tersebut bersamaan dengan , pada hari yang sama ketika Presiden AS Biden dilantik, menurut AP, mengutip catatan keuangan kampanye.

Ketika dihubungi CNN pada Sabtu malam, ayah Crooks, Matthew Crooks, mengatakan dia mencoba mencari tahu “apa yang terjadi” tetapi akan “menunggu sampai saya berbicara dengan penegak hukum” sebelum berbicara tentang putranya.

4. Tidak Memiliki Identitas saat Beraksi

Dia tidak memiliki identifikasi apa pun di tubuhnya, jadi agen harus “melakukan DNA-nya dan mendapatkan konfirmasi biometrik,” kata Kevin Rojek, agen khusus yang bertanggung jawab di kantor lapangan FBI di Pittsburgh, pada konferensi pers Sabtu malam sebelum Crooks ditemukan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved