Korut Sebut Perpanjangan Sanksi AS Tindakan Bermusuhan

Rabu, 26 Juni 2019 - 14:03 WIB
Korut Sebut Perpanjangan...
Korut Sebut Perpanjangan Sanksi AS Tindakan Bermusuhan
A A A
SEOUL - Perpanjangan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) baru-baru ini adalah tindakan permusuhan dan tantangan langsung terhadap pertemuan puncak bersejarah antara kedua negara di Singapura tahun lalu. Hal itu dikatakan oleh seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut.

Gedung Putih pekan lalu memperpanjang enam perintah eksekutif yang berisi sanksi yang dikenakan atas program nuklir dan rudal Korut selama satu tahun.

Juru bicara kementerian luar negeri Korut yang tidak disebutkan namanya mengecam Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang pada hari Minggu mengatakan bahwa lebih dari 80 persen ekonomi Korut telah terkena sanksi.

Juru bicara itu juga menuduh Washington "memfitnah secara keji" Pyongyang dalam laporan terbarunya tentang perdagangan manusia dan kebebasan beragama di seluruh dunia.

"Ini adalah manifestasi dari tindakan bermusuhan paling ekstrem oleh Amerika Serikat," kata jurubicara itu dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Korut, KCNA.

"Semua ini berbicara dengan jelas pada kenyataan bahwa mimpi liar Amerika Serikat untuk membuat kita berlutut melalui sanksi dan tekanan tidak berubah sama sekali tetapi tumbuh secara terang-terangan," tambahnya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (26/6/2019).

Juru bicara Korut memperingatkan akan sulit untuk mencapai denuklirisasi selama politik AS didominasi oleh para pembuat kebijakan yang memiliki "antagonisme yang lazim" terhadap Korut.

"Kami tidak haus akan pencabutan sanksi," kata juru bicara itu.

"Negara kami bukan negara yang akan menyerah pada sanksi AS, kami juga bukan negara yang AS dapat serang kapan pun ia menginginkannya," tukasnya.

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un mengadakan pertemuan puncak pertama di Singapura pada Juni tahun lalu. Keduanya setuju untuk membina hubungan baru dan berupaya menuju denuklirisasi semenanjung Korea.

Namun KTT kedua di Vietnam pada Februari runtuh karena kedua pihak gagal menjembatani perbedaan antara seruan AS untuk denuklirisasi dan tuntutan Korut untuk bantuan sanksi.

Sejak itu, Korut telah mengeluhkan sanksi AS dan menuntut Pompeo diganti oleh seseorang yang "lebih dewasa", sambil memuji hubungan yang dibangun Jong-un dengan Trump.

Pompeo, berbicara kepada wartawan pada hari Minggu, membangkitkan harapan untuk kebangkitan kembali pembicaraan nuklir setelah Trump dan Jong-un saling bertukar surat.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
50 menit yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
1 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
2 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
3 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
3 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved