Siapa Shabana Mahmood? Menteri Kehakiman Muslim Inggris yang Pro-Palestina

Rabu, 10 Juli 2024 - 23:23 WIB
loading...
Siapa Shabana Mahmood?...
Shabana Mahmood menjadi menteri kehakiman Muslim Inggris yang dikenal pro-Palestina. Foto/Gov.uk
A A A
LONDON - Anggota Parlemen Inggris dan pengacara Shabana Mahmood ditunjuk sebagai Lord Chancellor dan Menteri Kehakiman oleh Perdana Menteri Partai Buruh yang baru terpilih, Keir Starmer.

Meskipun memiliki sejarah mendukung Palestina, anggota parlemen ini pernah menghadapi kritik dari aktivis pro-Palestina di masa lalu.

Siapa Shabana Mahmood? Menteri Kehakiman Muslim Inggris yang Pro-Palestina

1. Perempuan Muslim Pertama di Kabinet Inggris

Mahmood telah menjadi anggota parlemen untuk Birmingham Ladywood sejak 2010. Dia terpilih kembali pada pemilu 2024 setelah mengalahkan kandidat pro-Palestina dan independen Akhmed Yakoob dengan selisih kurang dari 3.500 suara.

Dia adalah menteri Muslim perempuan pertama dan menjadi salah satu anggota parlemen perempuan Muslim pertama di Inggris, bersama dengan Rushanara Ali dan Yasmin Qureshi.

Dia pernah menjabat sebagai Menteri Bayangan untuk Penjara, Menteri Bayangan untuk Pendidikan Tinggi, serta Sekretaris Keuangan Bayangan untuk Departemen Keuangan.

2. Selalu Mendukung Palestina

Mahmood menegaskan bahwa dia adalah “dan selalu menjadi pendukung hak-hak Palestina yang penuh semangat dan tekad” dan merupakan anggota dari Labor Friends of Palestine and the Middle East.

Sejak tahun 2010, anggota parlemen tersebut telah menghadiri acara-acara pro-Palestina, menyerukan pengakuan atas negara Palestina, vokal terhadap rencana aneksasi Israel dan hak-hak Palestina, dan bahkan mengutuk serangan Israel tahun 2010 terhadap armada Turki yang membawa bantuan ke Gaza.

Melansir The New Arab, pada tahun 2014, dia mendesak masyarakat untuk berkumpul dalam protes di luar toko Sainsbury di Pusat Kota Birmingham untuk mendukung gerakan BDS di X, sambil menyerukan Palestina Merdeka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved