Presiden Baru Iran Diyakini Lebih Toleran kepada Barat, Akankan Perang Timur Tengah Mereda?

Minggu, 07 Juli 2024 - 18:29 WIB
loading...
Presiden Baru Iran Diyakini...
Presiden baru Iran diprediksi lebih toleran kepada Barat. Foto/AP
A A A
TEHERAN - Presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian yang memenangkan pemilihan presiden putaran kedua Iran pada hari Sabtu, mengalahkan tokoh garis keras Saeed Jalili dengan berjanji untuk menjangkau negara-negara Barat. Dia juga meringankan penegakan hukum wajib jilbab di negara itu setelah bertahun-tahun didera sanksi dan protes.

Pezeshkian berjanji tidak akan melakukan perubahan radikal terhadap teokrasi Syiah Iran dalam kampanyenya dan telah lama menganggap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebagai penengah terakhir dari semua urusan negara di negara tersebut.

Namun tujuan sederhana Pezeshkian pun akan ditantang oleh pemerintahan Iran yang sebagian besar masih dipegang oleh kelompok garis keras, perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, dan ketakutan Barat atas Teheran yang memperkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata dengan persediaan yang cukup. untuk memproduksi beberapa senjata nuklir jika diinginkan.

Penghitungan suara yang dilakukan oleh pihak berwenang menunjukkan Pezeshkian sebagai pemenang dengan 16,3 juta suara dibandingkan Jalili yang memperoleh 13,5 juta suara dalam pemilu hari Jumat.

Secara keseluruhan, Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan 30 juta orang memberikan suara dalam pemilu yang diadakan tanpa pengawas yang diakui secara internasional, mewakili jumlah pemilih sebesar 49,6% – lebih tinggi dari tingkat terendah dalam sejarah pada pemilu putaran pertama tanggal 28 Juni tetapi lebih rendah dibandingkan pemilihan presiden lainnya.

Pendukung Pezeshkian, seorang ahli bedah jantung dan anggota parlemen lama, turun ke jalan di Teheran dan kota-kota lain sebelum fajar untuk merayakan kemenangannya atas Jalili, mantan perunding nuklir garis keras. Pezeshkian kemudian melakukan perjalanan ke makam mendiang Ayatollah Agung Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam 1979, dan berbicara kepada wartawan dalam peristiwa yang kacau balau.

“Dalam pemilu kali ini, saya tidak memberikan janji palsu. Saya tidak berbohong,” kata Pezeshkian. “Bertahun-tahun setelah revolusi kita naik ke podium, kita membuat janji-janji dan gagal memenuhinya. Ini adalah masalah terbesar yang kami hadapi.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Harta Kekayaan Rudi...
Harta Kekayaan Rudi Margono Plt Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah Capai Rp7,2 Miliar, Ini Rinciannya
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved