Ketua DPR AS Kecam Trump karena Klaim FDA Tunda Vaksin Covid-19

Minggu, 23 Agustus 2020 - 06:59 WIB
loading...
Ketua DPR AS Kecam Trump...
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi. Foto/REUTERS/Erin Scott
A A A
WASHINGTON - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengecam Presiden Donald Trump yang dia nilai sudh membuat pernyataan berbahaya. Trump melalui Twitter mengklaim Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) yang dijalankan dengan sistem "deep state" telah menghalangi respons AS terhadap pandemi virus corona baru ( Covid-19 ), termasuk persetujuan vaksin.

Dalam tweet-nya hari Sabtu yang menandai Komisaris FDA Stephen Hahn, presiden Trump menuduh FDA menunda persetujuan uji klinis untuk vaksin virus corona dengan tujuan untuk memengaruhi pemilu November.

“Deep state, atau siapa pun, di FDA membuat sangat sulit bagi perusahaan obat untuk membuat orang menguji vaksin dan terapeutik. Jelas, mereka berharap untuk menunda jawaban sampai setelah 3 November. Harus fokus pada kecepatan, dan menyelamatkan nyawa!” tulis Trump. (Baca: Trump Ejek Konvensi Partai Demokrat: Paling Suram dalam Sejarah )

Pelosi mengecam tweet tersebut melalui pernyataan yang mengatakan kata-kata presiden "melampaui batas".

“FDA memiliki tanggung jawab untuk menyetujui obat-obatan yang dinilai berdasarkan keamanan dan kemanjurannya, bukan dengan pernyataan dari Gedung Putih tentang kecepatan,” katanya yang dilansir Russia Today, Minggu (23/8/2020).

"Ini adalah pernyataan yang sangat berbahaya di pihak presiden, bahkan baginya pernyataan itu melampaui batas, dalam hal bagaimana dia akan membahayakan kesehatan dan kesejahteraan rakyat Amerika," imbuh Ketua DPR AS yang juga politisi Partai Demokrat tersebut.

Trump sebelumnya juga mengecam FDA karena mencabut otorisasi penggunaan darurat hydroxychloroquine dan chloroquine untuk mengobati pasien Covid-19 . Presiden memuji hydroxychloroquine sebagai pengobatan yang memungkinkan untuk Covid-19, tetapi penelitian menunjukkan hasil yang beragam.

Membalas tweet dari FDA yang menyebut obat itu "tidak efektif", presiden mengklaim bahwa banyak dokter dan penelitian tidak setuju dengan yang disampaikan FDA.

Trump juga mengecam badan pemerintah itu pada Rabu lalu karena menunda penggunaan darurat plasma darah untuk mengobati pasien Covid-19 . (Baca juga: Kasus Virus Corona Global Tembus 23 Juta )

"Ini bisa menjadi keputusan politik karena Anda memiliki banyak orang di sana yang tidak ingin terburu-buru karena mereka ingin melakukannya setelah 3 November," katanya pada konferensi pers Gedung Putih.

Plasma yang kaya antibodi secara teoritis akan membantu mereka yang terinfeksi Covid-19 untuk melawan virus, tetapi FDA mengutip bahwa bukti masih terlalu tipis untuk mendukung klaim ini.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved