Partai Konservatif Menderita Kekalahan Terburuk dalam Sejarah Pemilu Inggris
Jum'at, 05 Juli 2024 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Exit poll pemilu 2024 mewawancarai para pemilih di 133 tempat pemungutan suara (TPS) yang dipilih oleh lembaga Ipsos, dan didanai oleh beberapa perusahaan media Inggris, termasuk Sky News dan lembaga penyiaran negara; BBC.
Kesuksesan Partai Buruh tampaknya dimotivasi oleh kebencian para pemilih terhadap Partai Konservatif, yang telah memerintah sebagai mayoritas sejak tahun 2015, dan bukan karena kepercayaan terhadap pemimpin partai; Keir Starmer.
“Ini lebih merupakan rasa jijik terhadap Partai Konservatif dibandingkan senang dengan tawaran Partai Buruh yang mendorong politik,” kata Ben Page, kepala lembaga pemungutan suara Ipsos, kepada The Guardian.
“Peringkat pribadi Starmer adalah yang terendah yang pernah dilihat Ipsos untuk seorang pemimpin oposisi yang sejauh ini unggul dalam niat memilih secara keseluruhan.”
Menurut Ipsos, lebih sedikit pemilih yang berpikir bahwa Partai Buruh layak untuk memerintah, memiliki tim pemimpin yang baik, atau memahami permasalahan Inggris dibandingkan pada tahun 2014.
Kesuksesan Partai Buruh tampaknya dimotivasi oleh kebencian para pemilih terhadap Partai Konservatif, yang telah memerintah sebagai mayoritas sejak tahun 2015, dan bukan karena kepercayaan terhadap pemimpin partai; Keir Starmer.
“Ini lebih merupakan rasa jijik terhadap Partai Konservatif dibandingkan senang dengan tawaran Partai Buruh yang mendorong politik,” kata Ben Page, kepala lembaga pemungutan suara Ipsos, kepada The Guardian.
“Peringkat pribadi Starmer adalah yang terendah yang pernah dilihat Ipsos untuk seorang pemimpin oposisi yang sejauh ini unggul dalam niat memilih secara keseluruhan.”
Menurut Ipsos, lebih sedikit pemilih yang berpikir bahwa Partai Buruh layak untuk memerintah, memiliki tim pemimpin yang baik, atau memahami permasalahan Inggris dibandingkan pada tahun 2014.
(mas)
Lihat Juga :