China Dituduh Eksploitasi Etnis Uighur untuk Pengambilan Organ

Selasa, 02 Juli 2024 - 10:32 WIB
loading...
A A A
Pada 2019, Tribunal Rakyat China dibentuk untuk menyelidiki situasi berdasarkan kesaksian warga, dan terungkap bahwa jalur khusus organ manusia telah disiapkan di bandara Kashgar, Xinjiang, untuk memenuhi permintaan yang tinggi dari luar negeri, dan bahwa warga Uighur adalah kelompok yang menjadi sasaran.

“Organ Halal”


Selang beberapa waktu, laporan Tribunal Rakyat China mengenai pengambilan organ paksa dari warga Uighur bermunculan di berbagai saluran pers dan media. Saat menyelidiki pariwisata organ Korea ke Tianjin, ditemukan bahwa negara-negara Arab telah mendanai pencocokan organ bagi penerima organnya, dan China telah menjadikan ini sebagai sumber arus masuk modal yang besar.

Tribunal Rakyat China yang dikelola secara independen menyimpulkan bahwa di China, pengambilan paksa organ tubuh dari para tahanan telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama dengan jumlah yang cukup tinggi.

Baru-baru ini, politikus Uighur-Amerika Salih Hudayar mengecam praktik jahat China. "China telah meresmikan 'Pusat Transplantasi Organ Anak-Anak’," tulisnya di media sosial X.

Sebagai bagian dari genosida Uighur, China telah memanen organ-organ etnis Uighur dan menjualnya sebagai “organ halal”.

"Sejak 2014, hampir satu juta anak Uighur telah dipisahkan secara paksa dari keluarga mereka. Apakah ini langkah lain dalam genosida Uighur yang sedang berlangsung di Tiongkok dan praktik pengambilan organ yang terkenal?" tanya Hudayar.

Kerentanan Uighur terhadap pengambilan organ juga mengemuka setelah perubahan politik oleh anggota parlemen Inggris atas undang-undang pengadaan baru setelah Brexit. Selain itu, Asosiasi Medis Dunia juga telah mengkritik China dalam pertemuan di Nairobi atas perlakuan mereka terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved