alexametrics

Saudi Tidak Ingin Perang, Tapi Siap Merespons dengan Kekuatan Penuh

loading...
Saudi Tidak Ingin Perang, Tapi Siap Merespons dengan Kekuatan Penuh
Arab Saudi menyatakan tidak ingin perang, namun siap merespons dengan kekuatan penuh. Foto/Istimewa
A+ A-
RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan bahwa mereka tidak ingin perang terjadi di Timur Tengah, tetapi mereka siap untuk menanggapinya dengan kekuatan penuh.

“Arab Saudi tidak menginginkan perang (terjadi) di kawasan Timur Tengah, tidak mencarinya dan akan melakukan segala daya untuk mencegah perang ini. Pada saat yang sama, itu menegaskan bahwa jika pihak lain memilih perang, kerajaan akan merespons dengan kekuatan dan tekad penuh dan akan membela diri dan kepentingannya,” tulis al Jubeir di Twitter seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (19/5/2019).

Pernyataan al Jubeir ini muncul di tengah ketegangan di Timur Tengah meluas selama seminggu. Pada 12 Mei, dua kapal tanker minyak dari Arab Saudi dan dua kapal lainnya menjadi sasaran serangan misterius di zona ekonomi eksklusif Uni Emirat Arab.



Meskipun tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas sabotase itu, Amerika Serikat dilaporkan menyebut Iran yang dilanda sanksi, yang kini memasuki fase baru ketegangan dengan Washington, mungkin berada di balik serangan itu.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Mengakui Kapal Tanker Minyak Disabotase

Pada hari Selasa, pemberontak Yaman Houthi melakukan serangan drone pada fasilitas minyak Saudi, menyebabkan kebakaran dan kerusakan kecil. Houthi menyebutnya sebagai operasi militer terbesar yang dilakukan oleh pemberontak terhadap Arab Saudi sejak awal konflik bersenjata mereka dengan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh.

Baca juga: Drone-drone Bersenjata Houthi Serang 2 Stasiun Pompa Minyak Saudi

Kerajaan itu telah bersumpah untuk membalas terhadap serangan Houthi, yang menurutnya, didukung oleh Iran. Teheran, bagaimanapun, telah berulang kali membantah memiliki peran dalam konflik Yaman.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak