China Pekerjakan Hacker untuk Redam Peringatan Tragedi Tiananmen

Kamis, 20 Juni 2024 - 13:58 WIB
loading...
A A A
Menjelang peringatan Tiananmen, serangan siber terhadap kelompok pembangkang dan media berbahasa Mandarin di luar negeri dilaporkan terjadi.

Pada tahun 2022, Media Today, sebuah grup media berbahasa Mandarin Australia, menjadi sasaran serangan siber anonim.

Awal tahun ini, tujuh peretas yang berbasis di China didakwa oleh Departemen Kehakiman AS karena mengirimkan email pelacakan berbahaya kepada anggota Aliansi Antar-Parlemen untuk China.

Ketika serangan daring terhadap para pembangkang dan kelompok-kelompok global semakin meningkat, China telah membentuk kembali badan-badan operasi sibernya.

Saat ini, Kementerian Keamanan Negara (MSS), badan intelijen dan polisi rahasia utama China, melakukan sebagian besar aktivitas dunia maya yang berbahaya di China.

Sebelum MSS mengambil alih, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China berada di balik serangan siber paling awal yang terkait dengan pemerintah.

Pada tahun 2015, PLA membentuk Pasukan Dukungan Strategis untuk perang siber dan keamanan jaringan.

Namun, pada April 2024, PLA membubarkannya dan membentuk tiga kekuatan baru: Pasukan Dirgantara, Pasukan Dunia Maya, dan Pasukan Dukungan Informasi, yang bersama dengan Pasukan Dukungan Logistik Gabungan, melapor langsung ke Partai Komunis China (CCP).

Di tengah ketidakstabilan politik dalam kepemimpinan China, pada tahun 2023 terjadi pemecatan Menteri Pertahanan Li Shangfu, Menteri Luar Negeri Qin Gang, dan Komandan Pasukan Roket Li Yuchao, yang semuanya masih baru dalam peran mereka.

Beijing masih bungkam mengenai perincian perombakan militer tersebut, namun pemilihan waktunya tampaknya disengaja.

Presiden China Xi Jinping secara pribadi mengawasi peluncuran Pasukan Dukungan Informasi, menekankan perlunya kesetiaan mutlak, kemurnian, dan keandalan, serta kepatuhan terhadap perintah partai.

Restrukturisasi kekuatan siber China sejalan dengan tren pengalihan aktivitas siber yang berbahaya ke kontraktor swasta, dengan persetujuan negara.

Pada Februari 2024, sebuah bocoran informasi mengungkapkan jaringan rahasia kontraktor siber China yang melakukan peretasan untuk mendapatkan keuntungan.

Hal itu mengonfirmasi kecurigaan adanya kolaborasi antar kelompok peretas dengan pemerintah China, mengenai bagaimana i-Soon, sebuah perusahaan China, menjual layanan kepada entitas pemerintah dan kelompok ancaman yang didukung negara.

Dirintis pada tahun 2010 oleh Wu Haibo, mantan anggota Green Army, i-Soon mewakili komersialisasi kemampuan siber China. Green Army sering dianggap sebagai komunitas peretas pertama di China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Perang Meluas! Militer...
Perang Meluas! Militer Ukraina Serang 2 Kapal Iran di Laut Kaspia, 1 Orang Tewas
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Susunan Pemain Indonesia...
Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Starter
Berita Terkini
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved