alexametrics

Direndam Banjir, Ottawa Nyatakan Keadaan Darurat

loading...
Direndam Banjir, Ottawa Nyatakan Keadaan Darurat
Ibu Kota Kanada, Ottawa, nyatakan keadaan darurat setelah direndam banjir. Foto/Istimewa
A+ A-
OTTAWA - Meningkatnya ketinggian air mendorong evakuasi lebih lanjut di Kanada tengah pada hari Kamis waktu setempat membuat Wali Kota Ibu Kota negara itu, Ottawa, menyatakan keadaan darurat. Otoritas Quebec juga memperingatkan bahwa bendungan pembangkit listrik tenaga air berisiko mengalami kerusakan.

Walikota Ottawa, Jim Watson, menyatakan keadaan darurat sebagai tanggapan terhadap kenaikan permukaan air di sepanjang Sungai Ottawa dan prakiraan cuaca yang manyatakan curah hujan signifikan akan terjadi pada hari Jumat.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Watson meminta bantuan dari pemerintah provinsi Ontario dan militer negara itu.



"Tingkat banjir saat ini diperkirakan akan melebihi tingkat yang menyebabkan kerusakan signifikan pada banyak properti di kota Ottawa pada 2017," Watson memperingatkan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (26/4/2019).

Banjir musim semi telah menewaskan satu orang dan memaksa lebih dari 900 orang mengungsi dari rumah mereka di provinsi Quebec Kanada pada pukul 13.00 pada hari Kamis, menurut situs web pemerintah.

"Ottawa telah menerima 80 permintaan layanan terkait dengan potensi banjir seperti kantong pasir," kata seorang jurubicara kota.

Prospek lebih banyak curah hujan yang turun selama 24 hingga 48 jam ke depan memicu kekhawatiran pada hari Kamis bahwa bendungan hidroelektrik di Bell Falls di bagian barat Quebec dapat berisiko gagal karena naiknya permukaan air.

Polisi provinsi Quebec mengatakan 250 orang dipindahkan dari rumah-rumah di daerah itu pada sore hari jika bendungan di Sungai Rouge meluap.

"Bendungan itu sekarang berada pada kapasitas aliran penuh 980 meter kubik per detik air," kata Francis Labbe, juru bicara perusahaan utilitas milik pemerintah provinsi itu, Hydro Quebec.

Dia mengatakan Hydro Quebec berharap aliran itu bisa naik hingga 1.200 meter kubik per detik air selama dua hari ke depan.

"Kami harus mempertimbangkan skenario terburuk, karena kami sudah berada pada kapasitas maksimum," jelas Labbe melalui sambungan telepon.

"Bendungan itu adalah bagian dari pembangkit listrik yang tidak lagi menghasilkan listrik, tetapi secara teratur diperiksa oleh Hydro Quebec," tukasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak