Israel Perang Habis-habisan Lawan Hizbullah, Apa Tindakan AS?

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:45 WIB
loading...
Israel Perang Habis-habisan...
Pejuang Hizbullah berdiri di depan artileri anti-tank di Juroud Arsal, perbatasan Suriah-Lebanon. Foto/REUTERS/Ali Hashisho
A A A
WASHINGTON - Hizbullah sebelumnya meluncurkan lebih dari 200 roket ke Israel utara, sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan tertinggi kelompok pejuang Lebanon, Taleb Sami Abdullah, oleh negara penjajah itu.

AS sedang "berusaha keras" untuk mencegah konflik besar-besaran antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, menurut Axios, mengutip pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden sangat prihatin dengan skenario di mana ketegangan bilateral saat ini meningkat menjadi “perang habis-habisan.”

Gedung Putih juga khawatir dengan kemungkinan Israel dapat memulai atau terlibat dalam perang dengan Hizbullah "tanpa strategi yang jelas atau pertimbangan mengenai implikasi penuh dari konflik yang lebih luas."

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington dilaporkan memperingatkan Israel terhadap gagasan “perang terbatas” di Lebanon, dan memperingatkan Iran dapat melakukan intervensi.

Tim Biden sedang mencoba mengatasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah sambil berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, yang dianggap AS sebagai satu-satunya tindakan untuk meredakan ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon.

Hizbullah, sementara itu, telah berjanji mengintensifkan serangannya di sepanjang perbatasan untuk membalas pembunuhan Israel terhadap komandan militer utama kelompok tersebut, Taleb Sami Abdullah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved