Krisis Politik Semakin Dalam, Rezim Belarusia Pidanakan Oposisi
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 01:08 WIB
loading...
A
A
A
"Dia (Skvernelis) meyakinkannya bahwa pemerintah, bersama dengan mitranya di Polandia, Latvia, dan Estonia, sedang melakukan dan akan melakukan segalanya agar ada pemilihan umum yang bebas dan adil di Belarusia, dan agar anak-anaknya dapat secepat mungkin memeluk ayah mereka di kebebasan,” tulisnya di Facebook.
Hal itu mengundang kecaman dari Kremlin, yang mengatakan Moskow akan memandang setiap kontak antara pejabat asing dan oposisi Belarusia sebagai campur tangan dalam urusan Belarusia.(Baca: Putin kepada Merkel dan Macron: Ikut Campur Urusan Belarusia Tak Bisa Diterima )
Krisis di Belarusia, tetangga paling setia Rusia, adalah ujian bagi Kremlin, yang harus memutuskan apakah akan mencoba mengelola peralihan kekuasaan atau tetap bersama Lukashenko, mantan bos dari sebuah pertanian kolektif di era Soviet.
Ini juga menjadi tantangan bagi para pemimpin Barat, yang waspada terhadap kekerasan enam tahun setelah pemberontakan populer di negara tetangga Ukraina menarik intervensi militer Rusia dan memicu konflik paling mematikan yang sedang berlangsung di Eropa.
Uni Eropa telah menolak terpilihnya kembali Lukashenko dan ketua KTT Uni Eropa Charles Michel berbicara dengan Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis. Ia adalah pemimpin Barat terakhir yang melakukan pembicaraan dengan Putin. Kremlin mengatakan Putin telah memberi tahu Michel bahwa tekanan pada Lukashenko akan menjadi kontraproduktif.(Baca: UE Tegaskan Tidak Akui Hasil Pemilihan Umum Belarusia )
Dari semua bekas tetangga Soviet Rusia, Belarusia memiliki hubungan politik, ekonomi, dan budaya yang paling dekat dengan Moskow, dan perbatasannya yang dijaga ketat dengan Latvia, Lituania, dan Polandia merupakan perbatasan utama NATO.
Hal itu mengundang kecaman dari Kremlin, yang mengatakan Moskow akan memandang setiap kontak antara pejabat asing dan oposisi Belarusia sebagai campur tangan dalam urusan Belarusia.(Baca: Putin kepada Merkel dan Macron: Ikut Campur Urusan Belarusia Tak Bisa Diterima )
Krisis di Belarusia, tetangga paling setia Rusia, adalah ujian bagi Kremlin, yang harus memutuskan apakah akan mencoba mengelola peralihan kekuasaan atau tetap bersama Lukashenko, mantan bos dari sebuah pertanian kolektif di era Soviet.
Ini juga menjadi tantangan bagi para pemimpin Barat, yang waspada terhadap kekerasan enam tahun setelah pemberontakan populer di negara tetangga Ukraina menarik intervensi militer Rusia dan memicu konflik paling mematikan yang sedang berlangsung di Eropa.
Uni Eropa telah menolak terpilihnya kembali Lukashenko dan ketua KTT Uni Eropa Charles Michel berbicara dengan Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis. Ia adalah pemimpin Barat terakhir yang melakukan pembicaraan dengan Putin. Kremlin mengatakan Putin telah memberi tahu Michel bahwa tekanan pada Lukashenko akan menjadi kontraproduktif.(Baca: UE Tegaskan Tidak Akui Hasil Pemilihan Umum Belarusia )
Dari semua bekas tetangga Soviet Rusia, Belarusia memiliki hubungan politik, ekonomi, dan budaya yang paling dekat dengan Moskow, dan perbatasannya yang dijaga ketat dengan Latvia, Lituania, dan Polandia merupakan perbatasan utama NATO.
(ber)
Lihat Juga :