Partai Sayap Kanan Berjaya di Pemilu Uni Eropa, Presiden Prancis Percepat Pemilu

Senin, 10 Juni 2024 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Dan dia dengan cepat menampilkan dirinya sebagai perisai terhadap hal-hal ekstrem.

“Tidak ada mayoritas yang bisa terbentuk tanpa EPP dan bersama-sama… Kami akan membangun benteng melawan kelompok ekstrem kiri dan kanan,” katanya kepada para pendukungnya pada malam pemilihan EPP di Brussels, dilansir Reuters.

Dia menambahkan, pada malam harinya: "Tetapi juga benar bahwa kelompok ekstrem baik kiri maupun kanan telah mendapatkan dukungan dan inilah sebabnya hasil ini membawa tanggung jawab besar bagi pihak-pihak di tengah."

Von der Leyen mungkin masih memerlukan dukungan dari beberapa nasionalis sayap kanan, seperti Meloni's Brothers of Italy untuk mendapatkan mayoritas parlemen, sehingga memberikan Meloni dan sekutu-sekutu Konservatif dan Reformis Eropa (ECR) lebih banyak pengaruh - yang dapat mengecewakan calon sekutu lainnya.

Partai Sosialis dan Demokrat yang berhaluan kiri-tengah siap menjadi keluarga politik terbesar kedua, bahkan ketika mereka kehilangan empat anggota parlemen dan berakhir dengan 135 anggota, berdasarkan hasil jajak pendapat.

Baca Juga: Siapa Benny Gantz? Menteri Israel yang Mundur karena Ingin Menggulingkan Netanyahu

Pengamat politik mengaitkan peralihan ini ke hak dengan kenaikan biaya hidup, kekhawatiran mengenai migrasi dan biaya transisi hijau serta perang di Ukraina – kekhawatiran yang dimanfaatkan oleh partai-partai nasionalis dan populis.

“Saya pikir banyak orang merasa bahwa Eropa melakukan sesuatu bukan dengan rakyatnya, tapi hanya melakukannya atas kepentingan rakyatnya,” kata kandidat utama Partai Hijau, Bas Eickhout, kepada Reuters dalam sebuah wawancara, ketika ditanya mengapa kelompok sayap kanan melakukan hal tersebut dengan baik.

“Dan saya pikir di sini kita perlu memberikan jawaban yang kredibel, jika tidak, kita hanya akan semakin mendukung kelompok sayap kanan,” katanya, setelah Partai Hijau dan liberal kalah dalam pemilu.

Kelompok nasionalis Eurosceptic ECR dan Identity and Democracy (ID) dan anggota parlemen sayap kanan yang belum berafiliasi dengan keluarga politik Uni Eropa dari AfD Jerman mendapatkan 146 kursi, naik 19 kursi, berdasarkan exit poll yang terpusat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved