Menlu RI Singgung Masalah Kekerasan Terhadap ABK WNI Saat Temui Menlu China

Kamis, 20 Agustus 2020 - 23:37 WIB
loading...
Menlu RI Singgung Masalah...
Retno mengatakan, ia menyinggung mengenai masalah kekerasan terhadap ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal China, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Foto/Kemlu RI
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia , Retno Marsudi mengatakan, ia menyinggung mengenai masalah kekerasan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China , saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Retno menegaskan masalah ini sudah sangat mendesak.

"Saya sampaikan kembali concern kita mengenai masih terjadinya kasus-kasus yang menimpa ABK Indonesia yang bekerja di kapal-kapal ikan China," kata Retno saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (20/8/2020). ( Baca juga: Tuah Jasa Kurir, Penghubung Ekonomi Indonesia )

"Saya menekankan bahwa isu ini sudah bukan merupakan isu antara swasta, namun pemerintah sudah harus terlibat untuk memastikan bahwa pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan ini tidak terjadi di masa mendatang," sambungnya.

Retno mengatakan, dalam pertemuan itu juga meminta kerjasama Mutual Legal Assistance antara lain adanya keperluan saksi WN Tiongkok dan investigasi transparan untuk tuduhan perdagangan manusia di kapal Long Xin 629. "Dan permintaan ini ditanggapi dengan positif oleh Menteri Luar Negeri China," ungkapnya.

Dia kemudian menuturkan, dia dan Wang Yi juga telah menyepakati Essential Business Travel Corridor Arrangement yang secara khusus mengatur perjalanan bisnis yang essensial dan perjalanan kedinasan yang mendesak secara aman. ( Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Teluk Semaka, 23 ABK Selamat )

"Ini adalah essential business travel corridor ketiga, yang telah kita buat dengan negara lain, yaitu yang pertama dengan Uni Emirat Arab berlaku mulai 29 Juli 2020, kemudian dengan Korea Selatan berlaku mulai 17 Agustus 2020 dan dengan China yang kita luncurkan pada hari ini dan berlaku segera setelah diluncurkan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved