Balas Balon Tinja, Korea Selatan Mulai Kembali Perang Pengeras Suara

Minggu, 09 Juni 2024 - 15:25 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2015, ketika Korea Selatan memulai kembali siaran melalui pengeras suara untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, Korea Utara menembakkan peluru artileri melintasi perbatasan, sehingga mendorong Korea Selatan untuk membalas tembakan, menurut pejabat Korea Selatan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kim dalam beberapa tahun terakhir telah melancarkan kampanye intensif untuk menghilangkan pengaruh budaya dan bahasa Korea Selatan. Pada bulan Januari, Kim menyatakan bahwa Korea Utara akan meninggalkan tujuan lamanya yaitu unifikasi secara damai dengan Korea Selatan dan menulis ulang konstitusinya untuk menjadikan Korea Selatan sebagai musuh permanen. Para ahli mengatakan upaya Kim untuk memperkuat identitas Korea Utara yang terpisah mungkin bertujuan untuk memperkuat kekuasaan dinasti keluarga Kim.

Kampanye balon Korea Utara juga mungkin dimaksudkan untuk menimbulkan perpecahan di Korea Selatan karena pendekatan garis keras pemerintah konservatif terhadap Korea Utara.

Anggota parlemen dari Partai Liberal, beberapa kelompok masyarakat sipil dan warga garis depan di Korea Selatan telah meminta pemerintah untuk mendesak para aktivis yang menyebarkan selebaran agar berhenti menerbangkan balon untuk menghindari bentrokan yang tidak perlu dengan Korea Utara. Namun pejabat pemerintah belum mengajukan banding sejalan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi tahun lalu yang membatalkan undang-undang yang mengkriminalisasi selebaran anti-Korea Utara sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Berita Terkini
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved