AS Gunakan Dermaga Bantuan untuk Tes Teknologi Militer Baru di Gaza

Kamis, 06 Juni 2024 - 17:30 WIB
loading...
A A A
“Harganya berapa biayanya,” papar dia.

“Kita terus melihat neoliberalisme, dengan AS, apakah itu F-35 atau apa pun, hal-hal bodoh ini, tidak berhasil. Harganya sangat mahal dan sekelompok penjahat memenuhi kantong mereka, dan orang besar selalu mendapat 10%, tentu saja. Dan itulah salah satu alasan mengapa seluruh militerisme tidak dapat berjalan, karena semuanya hanyalah sebuah upaya untuk kepentingan diri sendiri,” ungkap dia.

Para analis telah mencatat pesatnya privatisasi industri pertahanan AS setelah Perang Dunia II, dengan semakin banyaknya kontraktor swasta yang bertanggung jawab atas sebagian besar produksi militer negara tersebut.

Para kritikus menuduh dinamika tersebut telah merusak efektivitas militer negara tersebut, dengan adanya pemborosan yang signifikan dalam sistem tersebut.

“Saya sepenuhnya setuju dengan Anda,” ujar Tremblay. “Sebagian besar kompleks industri militer Rusia dinasionalisasi. Mereka mampu memproduksi senjata, rudal, peluru artileri, apa pun namanya, dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan Amerika Serikat dan kompleks industri militer mereka, yang membengkak, dan dibanjiri dengan pembengkakan biaya di mana pun Anda melihat.”

“Dan pengeluaran Rusia untuk hal yang sama hanyalah sebagian kecil dari biaya tersebut karena mereka telah menasionalisasi kompleks industri militer mereka,” pungkas dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved