7 Pandangan Orang Israel terhadap Konflik Gaza, dari Lelah Beperang hingga Rugi hingga Rp1.091 triliun

Kamis, 06 Juni 2024 - 10:35 WIB
loading...
A A A
Pekan lalu, Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi mengatakan kepada radio publik Kan bahwa dia memperkirakan akan terjadi perang selama tujuh bulan lagi jika Israel ingin menghancurkan Hamas dan kelompok Jihad Islam Palestina yang lebih kecil di Gaza.

“Sebagian besar warga Israel ingin melihat para sandera kembali dan tidak mendukung operasi militer tanpa akhir di Gaza,” kata Eyal Lurie-Pardes dari Middle East Institute kepada Al Jazeera pekan lalu.

7. Masyarakat Israel Terbelah

7 Pandangan Orang Israel terhadap Konflik Gaza, dari Lelah Beperang hingga Rugi hingga Rp1.091 triliun

Foto/AP

Di Israel, pandangan yang tampaknya tidak dapat didamaikan mengenai nasib para tawanan dan masa depan Gaza memecah belah politisi dan masyarakat, sehingga mendorong diakhirinya pertempuran yang tidak bisa dilakukan.

Kesenjangan antara kedua belah pihak semakin melebar pada hari Jumat ketika Biden mengumumkan proposal perdamaian yang dia klaim berasal dari Israel.

Alih-alih bersatu, usulan tersebut malah terpecah.

Anggota kabinet sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich mengancam akan memberontak atas saran untuk menghentikan pertempuran.

Saingan Netanyahu dan yang dianggap sebagai tokoh tengah, Benny Gantz, telah berbicara dengan hangat mengenai kesepakatan tersebut dan sebelumnya mengancam akan keluar dari kabinet perang yang beranggotakan tiga orang, di mana ia duduk bersama Netanyahu dan Gallant, jika tidak ada rencana untuk Gaza selain konflik yang disepakati.

“Pada pertengahan Mei, Gantz mengancam akan mundur dari kabinet pada 8 Juni jika tidak ada rencana yang muncul,” kata Lurie-Pardes. “Namun, tanggalnya semakin dekat, dan kami masih menunggu.”

Semua manuver dan perpecahan ini tidak akan berdampak besar bagi mereka yang meninggal di Gaza, kata Mairav Zonszein dari International Crisis Group.

“Tidak ada kemauan politik untuk menghentikan pertempuran. Lieberman dan Sa’ar sama-sama merupakan penganut sayap kanan ekstrem. Kemungkinan besar mereka tidak akan menghentikan perang.

“Gantz sepertinya tidak akan menawarkan alternatif nyata terhadap pendekatan yang ada saat ini selain beroperasi dengan cara yang lebih dapat diterima oleh AS,” katanya.

“Kepercayaan masyarakat terhadap tujuan perang Israel mungkin berkurang, namun masyarakat masih berjuang untuk melihat alternatif selain pertempuran.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Daftar Lengkap Hasil...
Daftar Lengkap Hasil Final Piala Dunia dari 1930 hingga 2026 Beserta Skornya
Rekomendasi
Hotman Paris Pengacara...
Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
Kuntadi Diusulkan Jadi...
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Gantikan Febrie, Mensesneg: Minggu Ini Akan Kita Selesaikan
Berita Terkini
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Infografis
Israel Resmi Menyerah!...
Israel Resmi Menyerah! Segera Tarik Pasukan dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved