Kelompok Anti-Israel Dorong Ahmadinejad Kembali Pimpin Iran

Minggu, 02 Juni 2024 - 21:55 WIB
loading...
Kelompok Anti-Israel...
Mahmoud Ahmadinejad akan mendaftar sebagai calon presiden Iran. Foto/AP
A A A
TEHERAN - Pemimpin Partai Paydari yang ultra-garis keras Iran, yang dikenal anti- Israel , sedang membuka jalan bagi kembalinya mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad ke dunia politik.

Dalam sebuah wawancara dengan Khabar Online yang konservatif, yang kutipannya diterbitkan pada hari Senin, Abdolreza Davari menuduh bahwa Sekretaris Jenderal Paydari, Sadegh Mahsouli, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, telah memberi isyarat kepada rezim bahwa Ahmadinejad siap untuk mundur dari perilaku kontroversialnya di negara tersebut.

Ahmadinejad tersebut mulai mengkritik rezim tersebut setelah dia tidak diizinkan untuk mencalonkan diri lagi pada tahun 2017 dan penolakannya secara bertahap meningkat hingga menyerang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei secara langsung atas berbagai krisis di negara tersebut. Namun, dia telah diam selama lebih dari setahun dan tidak menonjolkan diri.

“Mereka ingin menghidupkan kembali dan mengembalikan status Ahmadinejad dalam organisasi mereka,” kata Davari yang pernah menjabat sebagai penasihat Ahmadinejad tetapi menjauhkan diri darinya dalam beberapa tahun terakhir, dilansir Iran International. Ia melanjutkan, Paydari adalah satu-satunya kekuatan politik yang terlibat dalam menghidupkan kembali status politik Ahmadinejad.

Komentar ini dibuat seminggu setelah dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars yang terkait dengan Garda Revolusi (IRGC), Mahsouli memuji Ahmadinejad, menyebutnya “karismatik” dan seseorang dengan “kemampuan manajemen bawaan” dan menguasai banyak hal termasuk ekonomi. dan diplomasi.

Pada saat yang sama, Mahsouli yang mengatakan bahwa ia tidak pernah melakukan kontak dengan Ahmadinejad selama dua belas tahun, memuji Raisi dan pemerintahannya namun menyatakan bahwa partainya tidak memiliki siapa pun di pemerintahan. Bertentangan dengan pernyataan ini, fakta yang diketahui di Iran adalah bahwa anggota ultrakonservatif Paydari memegang banyak posisi di pemerintahan Raisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved