Netanyahu: Tak Ada Gencatan Senjata di Gaza sampai Hamas Dihancurkan
Sabtu, 01 Juni 2024 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
“Sudah waktunya perang ini berakhir dan hari berikutnya dimulai,” kata Biden pada hari Jumat, menyerukan para pemimpin Israel untuk menolak tekanan dari pihak-pihak di negara tersebut yang menginginkan perang berlanjut “tanpa batas waktu.”
Di Israel, kemarahan atas serangan 7 Oktober telah menghasilkan dukungan luas terhadap perang di Gaza meskipun ada juga tekanan pada koalisi pemerintah untuk memulangkan sandera yang tersisa.
Pemimpin oposisi Yair Lapid mendesak Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan sandera dan gencatan senjata, dengan mengatakan partainya akan mendukungnya bahkan jika faksi sayap kanan dalam koalisi pemerintahan memberontak, yang berarti kesepakatan tersebut kemungkinan besar akan disahkan di parlemen.
“Pemerintah Israel tidak dapat mengabaikan pidato penting Presiden Biden. Ada kesepakatan dan itu harus dilakukan,” kata Lapid dalam posting-an media sosial pada hari Sabtu, seperti dikutip Reuters.
Menemukan bahasa yang tepat untuk menggambarkan berakhirnya permusuhan telah terbukti menjadi permasalahan utama. Mediator sebelumnya telah mendorong kedua belah pihak untuk menyetujui masa tenang yang berkelanjutan sebagai kompromi.
Di Israel, kemarahan atas serangan 7 Oktober telah menghasilkan dukungan luas terhadap perang di Gaza meskipun ada juga tekanan pada koalisi pemerintah untuk memulangkan sandera yang tersisa.
Pemimpin oposisi Yair Lapid mendesak Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan sandera dan gencatan senjata, dengan mengatakan partainya akan mendukungnya bahkan jika faksi sayap kanan dalam koalisi pemerintahan memberontak, yang berarti kesepakatan tersebut kemungkinan besar akan disahkan di parlemen.
“Pemerintah Israel tidak dapat mengabaikan pidato penting Presiden Biden. Ada kesepakatan dan itu harus dilakukan,” kata Lapid dalam posting-an media sosial pada hari Sabtu, seperti dikutip Reuters.
Menemukan bahasa yang tepat untuk menggambarkan berakhirnya permusuhan telah terbukti menjadi permasalahan utama. Mediator sebelumnya telah mendorong kedua belah pihak untuk menyetujui masa tenang yang berkelanjutan sebagai kompromi.
(mas)
Lihat Juga :