Erdogan Desak Umat Islam Bersatu Melawan Israel, Sebut Netanyahu Vampir Biadab
Jum'at, 31 Mei 2024 - 09:44 WIB
loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam bersatu melawan Israel. Dia juga menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai vampir biadab. Foto/REUTERS/Umit Bektas
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam membuat keputusan bersama untuk melawan Israel. Dia menyebut negara Yahudi itu sebagai ancaman bagi seluruh umat manusia.
“Saya ingin menyampaikan beberapa kata kepada dunia Islam: Apa yang Anda tunggu untuk mengambil keputusan bersama?” katanya dalam pidatonya di depan anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
“Israel bukan hanya ancaman bagi Gaza tetapi bagi seluruh umat manusia. Tidak ada negara yang aman selama Israel tidak mengikuti hukum internasional dan tidak merasa terikat dengan hukum internasional,” lanjut Erdogan, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga: Tentara Israel yang Ditawan di Gaza: Netanyahu Ingin Pulangkan Kami sebagai Mayat!
Dia kemudian menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan Erdogan muncul beberapa hari setelah pasukan Israel mengebom sebuah kamp pengungsi di kota Rafah di Gaza selatan, menewaskan puluhan orang.
Serangan udara tersebut, yang dilakukan kurang dari seminggu setelah Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militer di kota tersebut, memicu gelombang kecaman internasional dan digambarkan oleh Netanyahu sebagai “kesalahan tragis".
“Saya ingin menyampaikan beberapa kata kepada dunia Islam: Apa yang Anda tunggu untuk mengambil keputusan bersama?” katanya dalam pidatonya di depan anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
“Israel bukan hanya ancaman bagi Gaza tetapi bagi seluruh umat manusia. Tidak ada negara yang aman selama Israel tidak mengikuti hukum internasional dan tidak merasa terikat dengan hukum internasional,” lanjut Erdogan, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga: Tentara Israel yang Ditawan di Gaza: Netanyahu Ingin Pulangkan Kami sebagai Mayat!
Dia kemudian menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan Erdogan muncul beberapa hari setelah pasukan Israel mengebom sebuah kamp pengungsi di kota Rafah di Gaza selatan, menewaskan puluhan orang.
Serangan udara tersebut, yang dilakukan kurang dari seminggu setelah Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militer di kota tersebut, memicu gelombang kecaman internasional dan digambarkan oleh Netanyahu sebagai “kesalahan tragis".
Lihat Juga :