Bilang Bakal Berdamai dengan Israel, Jubir Kemlu Sudan Dipecat
Rabu, 19 Agustus 2020 - 21:07 WIB
loading...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Sudan, Haidar Badawi Sadiq, karena menyatakan negaranya akan berdamai dengan Israel. Foto/Anadolu
A
A
A
KHARTOUM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Sudan , Haidar Badawi Sadiq, dipecat menyusul pernyataannya tentang pembicaraan damai dengan Israel . Keputusan itu dibuat langsung oleh Menteri Luar Negeri Sudan Omar Qamar al-Din Ismail.
Keputusan itu diambil sehari setelah Haidar Badawi Sadiq mengatakan kepada Sky News Arabia bahwa Sudan tertarik untuk menjalin hubungan resmi dengan Israel dan memperkirakan bahwa kesepakatan yang relevan dapat dicapai pada akhir tahun atau pada awal 2021.
"Tidak ada alasan berlanjutnya permusuhan antara Sudan dan Israel," tambahnya."Kami tidak menyangkal adanya kontak antara kedua negara," imbuhnya.(Baca: Diam-diam, Sudan Ikuti Jejak UEA, Buat Kesepakatan dengan Israel )
Kementerian Luar Negeri Sudan menarik kembali pernyataan itu, dengan mengatakan itu diterima "dengan heran".
"Masalah hubungan dengan Israel sama sekali tidak dibahas di Kementerian Luar Negeri," katanya dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa Sadiq tidak berwenang untuk membuat pernyataan apa pun tentang masalah tersebut seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (19/8/2020).
Keputusan itu diambil sehari setelah Haidar Badawi Sadiq mengatakan kepada Sky News Arabia bahwa Sudan tertarik untuk menjalin hubungan resmi dengan Israel dan memperkirakan bahwa kesepakatan yang relevan dapat dicapai pada akhir tahun atau pada awal 2021.
"Tidak ada alasan berlanjutnya permusuhan antara Sudan dan Israel," tambahnya."Kami tidak menyangkal adanya kontak antara kedua negara," imbuhnya.(Baca: Diam-diam, Sudan Ikuti Jejak UEA, Buat Kesepakatan dengan Israel )
Kementerian Luar Negeri Sudan menarik kembali pernyataan itu, dengan mengatakan itu diterima "dengan heran".
"Masalah hubungan dengan Israel sama sekali tidak dibahas di Kementerian Luar Negeri," katanya dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa Sadiq tidak berwenang untuk membuat pernyataan apa pun tentang masalah tersebut seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (19/8/2020).
Lihat Juga :