Israel Terus Gempur Rafah Meski ICJ Perintahkan Zionis Setop Serangan

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:04 WIB
loading...
Israel Terus Gempur...
Kerabat warga Palestina yang kehilangan nyawa dalam serangan Israel di Deir al-Balah, berduka saat jenazah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza pada 24 Mei 2024. Foto/Ashraf Amra/Anadolu Agency
A A A
RAFAH - Pasukan Israel meningkatkan serangan militer di Gaza pada Jumat (24/5/2024), dengan pesawat-pesawat mengebom sasaran di kota selatan Rafah.

Serangan berlanjut meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel menghentikan serangannya di sana, menurut laporan Reuters.

Pertempuran sengit juga dilaporkan terjadi di Jabalya, di utara, di mana militer Israel mengatakan telah menemukan tiga jenazah sandera yang tewas.

Di Rafah, serangan Israel yang meningkat menyebabkan ratusan ribu orang melarikan diri dari salah satu dari sedikit tempat pengungsian yang tersisa.

Penduduk melaporkan peningkatan pemboman udara dan darat di selatan dan tengah kota Rafah yang berbatasan dengan Mesir.

Ketika pertempuran berkecamuk, Mahkamah Internasional (ICJ), yang juga dikenal sebagai Pengadilan Dunia, mengatakan situasi di Rafah sekarang “bencana” dan memerintahkan Israel “segera menghentikan serangan militernya”.

Keputusan tersebut merupakan tanggapan atas permintaan Afrika Selatan sehubungan dengan kasus yang lebih luas yang menuduh Israel melakukan genosida.

Baca juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Operasi Militer di Rafah

Warga dan media Palestina melaporkan serangkaian serangan Israel menghantam jalan-jalan dan rumah-rumah di lingkungan Shaboura di Rafah tengah, tak lama setelah keputusan ICJ dibacakan di Den Haag.

Israel menjajah wilayah Palestina sejak 1948 hingga serangan pimpinan Hamas menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 250 sandera disandera.

Sejak itu, Israel telah membantai lebih dari 35.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Di Gaza utara, petugas medis mengatakan setidaknya lima warga Palestina tewas ketika rumah-rumah di Jabalya dihantam dan lebih banyak lagi yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan, namun daerah tersebut tidak dapat dijangkau karena intensitas pemboman.

Militer Israel mengatakan telah menemukan jenazah tiga sandera yang dibawa ke Gaza setelah mereka dibunuh pada 7 Oktober.

Jenazah Hanan Yablonka, Michel Nisenbaum dan Orion Hernandez Radoux ditemukan semalam dalam operasi gabungan oleh tentara dan badan intelijen Israel di Jabalya.

Serangan Israel secara serentak di wilayah utara dan selatan Gaza bulan ini telah menyebabkan eksodus baru ratusan ribu warga Palestina meninggalkan rumah mereka, dan memutus jalur akses utama bantuan, sehingga meningkatkan risiko kelaparan.

Israel mengatakan pasukannya menyerbu Jabalya, kamp pengungsi terbesar dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza, beberapa bulan sebelum perang.

Namun mereka kembali ke sana bulan ini dengan mengatakan mereka perlu mencegah berkumpulnya kembali para pejuang, dan wilayah tersebut telah menyaksikan pertempuran sengit dalam beberapa pekan terakhir.

Warga mengatakan, pada Jumat, tank-tank telah menghancurkan pasar lokal dan buldoser terus merobohkan toko-toko dan properti di gang-gang sempit Jabalya. Sayap bersenjata Hamas mengatakan para pejuangnya telah menyerang tiga tank di sana.

Tank-tank juga bergerak mendekati Rumah Sakit Kamal Adwan di dekatnya, di mana petugas medis mengatakan tembakan Israel telah menyebabkan penghentian operasi di fasilitas medis terakhir yang berfungsi di Jalur Gaza utara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved