Minggu Ini, Diplomat China Sambangi Korsel

Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Minggu Ini, Diplomat China Sambangi Korsel
Diplomat China akan menyambangi Korsel di tengah pandemi virus Corona dan kebuntuan pembicaraan denuklirisasi Korut. Foto/China Plus
A A A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) mengatakan diplomat top China berencana untuk mengunjungi negara itu untuk melakukan pembicaraan dengan penasihat keamanan Seoul yang baru Suh Hoon. Kunjungan ini dilakukan di tengah pandemi virus Corona yang melemahkan hubungan bilateral dan kebuntuan negosiasi nuklir Korea Utara (Korut) .

Pejabat Seoul mengatakan anggota Politbiro Partai Komunis China, Yang Jiechi, akan berada di kota pelabuhan selatan Busan pada hari Jumat dan Sabtu. Ini akan menjadi kunjungan pertama pejabat tinggi Beijing sejak virus Corona muncul di China akhir tahun lalu.

Juru bicara kepresidenan Korsel, Kang Min-seok mengatakan, Suh Hoon akan bertemu Yang Jiechi pada hari Sabtu dan membahas masalah Korut, kerja sama virus Corona dan potensi kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Seoul. Suh Hoon dilantik sebagai pejabat keamanan tertinggi bulan lalu setelah sebelumnya menjabat sebagai kepala intelijen Korsel.(Baca: Seorang Perwira Positif Covid-19, Korsel-AS Tunda Latihan Militer )

"Kedua belah pihak telah bekerja untuk memungkinkan Presiden Xi berkunjung pada waktu yang tepat ketika situasi Covid-19 menjadi stabil dan mendorong kondisi seperti itu," kata Kang Min-seok dalam sebuah pengarahan.



"Suh dan Yang juga akan berbagi pandangan tentang masalah untuk mengadakan pertemuan puncak trilateral tahunan yang melibatkan Jepang," tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/8/2020).

Pandemi virus Corona menghapus sebagian besar kalender diplomatik global, tetapi kedua negara melanjutkan hubungan bulan lalu ketika Korsel mengirim seorang diplomat tingkat tinggi untuk pertemuan ekonomi bilateral.

Setelah bergulat dengan epidemi besar pertama di luar China, Korsel berhasil mengendalikan wabah tanpa gangguan besar, meskipun lonjakan kasus baru-baru ini mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan kembali aturan jarak sosial (social distancing) yang lebih ketat.

China adalah sekutu Korut dan memainkan peran kunci dalam upaya yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri program nuklirnya yang dinegosiasikan, tetapi pembicaraan terhenti sejak tahun lalu.(Baca: AS-China Adu Kuat, Dunia Berisiko Jadi Dua Blok )
(ber)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1485 seconds (10.101#12.26)