Pemberontak Myanmar Rebut Kota Rakhine yang Dihuni Muslim Rohingya
Minggu, 19 Mei 2024 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
“Saat kota itu terbakar, saya berbicara dengan beberapa orang yang saya kenal dan percayai selama bertahun-tahun. Mereka semua bersaksi bahwa serangan pembakaran itu dilakukan oleh AA.”
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan konflik secara independen. Juru bicara junta tidak menanggapi panggilan untuk meminta komentar.
Rohingya telah menghadapi penganiayaan di Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha selama beberapa dekade. Setelah lolos dari tindakan keras yang dipimpin militer pada tahun 2017, hampir satu juta dari mereka tinggal berdesakan di kamp-kamp pengungsi di distrik perbatasan Cox's Bazar, Bangladesh.
Baca Juga: 5 Alasan Junta Militer Pindahkan Ibu Kota Myanmar
Konflik ini meningkat sejak bulan Oktober, ketika aliansi tentara etnis termasuk AA melancarkan serangan besar-besaran di dekat perbatasan Tiongkok, merebut sebagian wilayah dari junta yang memiliki persenjataan lebih baik dan menghadirkan tantangan terbesar sejak mengambil alih kekuasaan.
Junta telah kehilangan kendali atas sekitar setengah dari 5.280 posisi militernya, termasuk pos terdepan, pangkalan dan markas besar.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan konflik secara independen. Juru bicara junta tidak menanggapi panggilan untuk meminta komentar.
Rohingya telah menghadapi penganiayaan di Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha selama beberapa dekade. Setelah lolos dari tindakan keras yang dipimpin militer pada tahun 2017, hampir satu juta dari mereka tinggal berdesakan di kamp-kamp pengungsi di distrik perbatasan Cox's Bazar, Bangladesh.
Baca Juga: 5 Alasan Junta Militer Pindahkan Ibu Kota Myanmar
Tantangan Terbesar Junta
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta militer tahun 2021, yang menyebabkan meningkatnya perlawanan bersama kelompok pemberontak etnis minoritas yang sudah lama ada.Konflik ini meningkat sejak bulan Oktober, ketika aliansi tentara etnis termasuk AA melancarkan serangan besar-besaran di dekat perbatasan Tiongkok, merebut sebagian wilayah dari junta yang memiliki persenjataan lebih baik dan menghadirkan tantangan terbesar sejak mengambil alih kekuasaan.
Junta telah kehilangan kendali atas sekitar setengah dari 5.280 posisi militernya, termasuk pos terdepan, pangkalan dan markas besar.
Lihat Juga :