alexametrics

Lepaskan Diri dari Bayangan Kolonialisme, Duterte akan Ubah Nama Filipina

loading...
Lepaskan Diri dari Bayangan Kolonialisme, Duterte akan Ubah Nama Filipina
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berniat untuk mengubah nama negara itu dalam upaya nyata untuk melepaskan Filipina dari hubungan kolonialnya. Foto/Istimewa
A+ A-
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berniat meneruskan niat mendiang Presiden Filipina, Ferdinand Marcos untuk mengubah nama negara itu dalam upaya nyata untuk melepaskan Filipina dari hubungan kolonialnya. Duterte ingin mengubah nama negara menjadi "Maharlika", yang berarti kaum bangsawan.

"Suatu hari, mari kita ubah. Marcos benar. Dia ingin mengubahnya ke Maharlika, karena itu adalah kata Melayu," kata Duterte dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (14/2).

Sementara itu, juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, pada gilirannya, mengatakan bahwa apa yang disampaikan Duterte adalah kebiasaannya untuk mengekspresikan ide dan dia menyukai nama Maharlika. Menurut Panelo, ide Duterte berarti menulis ulang konstitusi dan akan membutuhkan persetujuan publik melalui referendum.



Marcos adalah yang pertama melayangkan gagasan untuk mengubah nama negara untuk mempromosikan nasionalisme, setelah ia menempatkan Filipina di bawah kekuasaan militer pada tahun 1965. Ia memerintah negara itu sampai tahun 1986, ketika ia digulingkan oleh pemberontakan damai.

Pada tahun 1978, sebuah undang-undang parlemen mengusulkan Filipina mengganti namanya menjadi Maharlika, tetapi tidak pernah diberlakukan karena kemudian kehilangan popularitas karena pemerintahan yang korup dan diktator Marcos.

Filipina, yang dinamai dari Raja Philip II, adalah koloni Spanyol selama 350 tahun. Setelah kekalahan Spanyol dalam perang Spanyol-Amerika Serikat (AS) pada tahun 1898, Filipina menjadi bagian dari wilayah AS hingga kemerdekaannya pada tahun 1946.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak