alexametrics

AS Keluar dari Perjanjian INF, Hillary: Kado Trump untuk Putin

loading...
AS Keluar dari Perjanjian INF, Hillary: Kado Trump untuk Putin
Hillary Clinton mengecam keputusan AS menarik diri dari perjanjian INF. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Mantan kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, mengecam keputusan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian INF. Mantan First Lady AS itu menyebut keputusan itu hadiah untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Sekolah Dinas Luar Negeri dan Institut Politik Serta Layanan Publik Universitas Georgetown pada Rabu malam, Hillary menyebut pemerintahan saat ini menarik diri dari perjanjian INF tanpa benar-benar meminta pertanggungjawaban Putin atas kecurangannya atas perjanjian tersebut.

"Saya pikir ada kesepakatan, itu dimulai dalam pemerintahan Obama, bahwa Rusia tidak hanya mengembangkan kapasitas rudal jarak menengah, tetapi menyebarkannya - dan, ketika itu terjadi, bagi saya sepertinya Anda ingin melakukan diplomasi publik," ujar Hillary.



"Kami jelas memiliki gambaran dan kami jelas tahu banyak tentang kecurangan mereka, dan kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam membuatnya sangat jelas, tidak hanya untuk orang-orang Amerika tetapi orang-orang Rusia, dan orang-orang Eropa, serta orang lain yang berada di garis depan bahwa Rusia menghindari tanggung jawab dalam INF ," urai Hillary seperti dilansir dari Sputnik, Kamis (7/2/2019).

Dikatakan Hillary, alih-alih menuntut perundingan tentang masalah ini, AS memutuskan untuk mundur. Ia pun menuding Rusia akan maju dan mengembangkan lebih banyak senjata.

Melihat situasi dari perspektif global, Hillary menyarankan bahwa dunia dapat menghadapi beberapa prospek yang suram setelah runtuhnya perjanjian penting.

"Itu meningkatkan ketidakpastian, dan saya percaya bahayanya, yang bisa datang dari melemparkan lebih banyak rudal dan senjata dari segala jenis, tetapi terutama yang nuklir, di dalam teater Eropa. Hal terakhir yang dibutuhkan dunia saat ini adalah nuklir perlombaan senjata," tutur Hillary.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan bahwa Washington akan menangguhkan kewajibannya berdasarkan Perjanjian INF mulai 2 Februari.

Baca juga: AS Umumkan Penangguhan Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak