Keceplosan, Jenderal AS Sebut Komando Inggris Beroperasi di Ukraina
Selasa, 14 Mei 2024 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurut laporan Russia Today, Selasa (14/5/2024), artikel AP itu telah disunting untuk menghilangkan penyebutan peran militer Inggris dalam perang di Ukraina.
Militer Rusia telah lama menuding Inggris, mengeklaim bahwa personel militernya memainkan peran utama dalam operasi yang seolah-olah dilakukan Ukraina.
Misalnya, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh “spesialis Inggris” membantu Kyiv merencanakan dan melaksanakan serangan pesawat tak berawak Angkatan Laut terhadap Armada Laut Hitam Rusia pada akhir Oktober 2022.
Awal tahun ini, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengonfirmasi bahwa perencana Inggris dan Prancis membantu Ukraina melancarkan serangan dengan rudal jarak menengah yang telah diberikan kedua negara kepada Kyiv.
Jerman tidak siap untuk melibatkan diri dengan cara yang sama, kata Scholz, menjelaskan mengapa Berlin tidak mau menyumbangkan rudal Taurusnya kepada pasukan Ukraina.
Negara-negara Barat mengakui menempatkan sejumlah kecil personel militer di Ukraina untuk pekerjaan seperti perlindungan tempat diplomatik atau sebagai penasihat, namun membantah klaim bahwa mereka mengambil bagian dalam pertempuran.
Militer Rusia telah lama menuding Inggris, mengeklaim bahwa personel militernya memainkan peran utama dalam operasi yang seolah-olah dilakukan Ukraina.
Misalnya, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh “spesialis Inggris” membantu Kyiv merencanakan dan melaksanakan serangan pesawat tak berawak Angkatan Laut terhadap Armada Laut Hitam Rusia pada akhir Oktober 2022.
Awal tahun ini, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengonfirmasi bahwa perencana Inggris dan Prancis membantu Ukraina melancarkan serangan dengan rudal jarak menengah yang telah diberikan kedua negara kepada Kyiv.
Jerman tidak siap untuk melibatkan diri dengan cara yang sama, kata Scholz, menjelaskan mengapa Berlin tidak mau menyumbangkan rudal Taurusnya kepada pasukan Ukraina.
Negara-negara Barat mengakui menempatkan sejumlah kecil personel militer di Ukraina untuk pekerjaan seperti perlindungan tempat diplomatik atau sebagai penasihat, namun membantah klaim bahwa mereka mengambil bagian dalam pertempuran.
Lihat Juga :