AS, Filipina, dan Australia Tembak dan Tenggelamkan Kapal Perang Buatan China
Jum'at, 10 Mei 2024 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan menggabungkan sebanyak mungkin platform penginderaan dan penembakan gabungan, tujuan latihan serangan maritim ini adalah untuk menguji dan memvalidasi jaringan tembakan gabungan tersebut,” demikian bunyi pernyataan Komando Indo-Pasifik AS pada latihan serangan maritim tersebut, seperti dikutip Newsweek, Jumat (10/5/2024).
Setelah dua jam, BRP Lake Caliraya tenggelam di bawah gelombang pada pukul 10.49. Menurut pernyataan militer AS, kapal perang buatan China tersebut tetap mengapung selama mungkin untuk "memaksimalkan nilai pelatihan".
“Kami tahu betapa mematikan dan kemampuan amunisi kami untuk menenggelamkan sasaran maritim,” kata Kolonel Marinir AS Douglas Krugman.
“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolektif jaringan tembakan gabungan kami dan meningkatkan interoperabilitas untuk mendeteksi dan menembak sasaran dari berbagai platform darat, laut, dan udara Filipina, AS, dan Australia.”
Berbagai amunisi ditembakkan oleh kapal perang, pesawat tempur, dan platform berbasis darat selama latihan tersebut, termasuk peluru kendali anti-tank Spike, peluru artileri, dan rudal jelajah permukaan-ke-permukaan C-Star yang dikembangkan oleh Korea Selatan.
“Balikatan 2024 membuat sejarah hari ini melalui peluncuran pertama rudal jelajah anti-kapal oleh Angkatan Laut Filipina selama aktivitas serangan maritim di Laut China Selatan. [Frigat berpeluru kendali Filipina] BRP Jose Rizal menembakkan satu SSM-700K C-Star dan berhasil mencapai sasaran," tulis jurnalis pertahanan lepas Aaron-Matthew Lariosa dalam postingan media sosial.
Bulan lalu, media pemerintah China; Global Times, mengecam pemilihan kapal perang Lake Caliraya—yang dibangun di Galangan Kapal Taizhou Zhongxing di provinsi Zhejiang, China timur—sebagai target tembak untuk latihan perang gabungan AS dan sekutunya.
Setelah dua jam, BRP Lake Caliraya tenggelam di bawah gelombang pada pukul 10.49. Menurut pernyataan militer AS, kapal perang buatan China tersebut tetap mengapung selama mungkin untuk "memaksimalkan nilai pelatihan".
“Kami tahu betapa mematikan dan kemampuan amunisi kami untuk menenggelamkan sasaran maritim,” kata Kolonel Marinir AS Douglas Krugman.
“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolektif jaringan tembakan gabungan kami dan meningkatkan interoperabilitas untuk mendeteksi dan menembak sasaran dari berbagai platform darat, laut, dan udara Filipina, AS, dan Australia.”
Berbagai amunisi ditembakkan oleh kapal perang, pesawat tempur, dan platform berbasis darat selama latihan tersebut, termasuk peluru kendali anti-tank Spike, peluru artileri, dan rudal jelajah permukaan-ke-permukaan C-Star yang dikembangkan oleh Korea Selatan.
“Balikatan 2024 membuat sejarah hari ini melalui peluncuran pertama rudal jelajah anti-kapal oleh Angkatan Laut Filipina selama aktivitas serangan maritim di Laut China Selatan. [Frigat berpeluru kendali Filipina] BRP Jose Rizal menembakkan satu SSM-700K C-Star dan berhasil mencapai sasaran," tulis jurnalis pertahanan lepas Aaron-Matthew Lariosa dalam postingan media sosial.
Bulan lalu, media pemerintah China; Global Times, mengecam pemilihan kapal perang Lake Caliraya—yang dibangun di Galangan Kapal Taizhou Zhongxing di provinsi Zhejiang, China timur—sebagai target tembak untuk latihan perang gabungan AS dan sekutunya.
Lihat Juga :