Pemberontak Terkuat Rebut Markas Komando Militer Myanmar, Penjarakan Ratusan Tentara
Selasa, 07 Mei 2024 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Militer Mynamar selama ini dituduh mengisi pasukannya dengan pria Rohingya di Rakhine berdasarkan undang-undang wajib militer yang baru-baru ini diaktifkan. Militer telah kehilangan banyak personel karena jatuhnya korban jiwa, menyerah dan membelot, sementara mereka menghadapi perlawanan kelompok pemberontak yang semakin keras di medan perang.
Warga Rohingya menjadi sasaran kampanye pemberantasan pemberontakan brutal yang mencakup pemerkosaan dan pembunuhan yang menyebabkan sekitar 740.000 orang mengungsi ke negara tetangga Bangladesh ketika desa mereka dibakar oleh tentara militer pada tahun 2017.
Kelompok nasionalis etnis Rakhine yang bersekutu dengan Arakan Army juga termasuk di antara para penganiaya minoritas Rohingya, namun kini Arakan Army dan etnis Rohingya menjadi sekutu yang menentang pemerintah militer.
Arakan Army, yang menginginkan otonomi dari pemerintah pusat Myanmar, adalah bagian dari aliansi tentara etnis minoritas yang melancarkan serangan pada bulan Oktober dan memperoleh wilayah strategis di timur laut Myanmar yang berbatasan dengan China.
Keberhasilannya dipandang sebagai kekalahan besar bagi pemerintah militer, dan meningkatkan moral etnis minoritas yang bergolak serta perlawanan pro-demokrasi.
Pada hari Minggu, Tentara Kemerdekaan Kachin, kelompok etnis bersenjata besar lainnya, mengeklaim telah merebut Sumprabum, sebuah kota kecil di negara bagian Kachin di utara.
Warga Rohingya menjadi sasaran kampanye pemberantasan pemberontakan brutal yang mencakup pemerkosaan dan pembunuhan yang menyebabkan sekitar 740.000 orang mengungsi ke negara tetangga Bangladesh ketika desa mereka dibakar oleh tentara militer pada tahun 2017.
Kelompok nasionalis etnis Rakhine yang bersekutu dengan Arakan Army juga termasuk di antara para penganiaya minoritas Rohingya, namun kini Arakan Army dan etnis Rohingya menjadi sekutu yang menentang pemerintah militer.
Arakan Army, yang menginginkan otonomi dari pemerintah pusat Myanmar, adalah bagian dari aliansi tentara etnis minoritas yang melancarkan serangan pada bulan Oktober dan memperoleh wilayah strategis di timur laut Myanmar yang berbatasan dengan China.
Keberhasilannya dipandang sebagai kekalahan besar bagi pemerintah militer, dan meningkatkan moral etnis minoritas yang bergolak serta perlawanan pro-demokrasi.
Pada hari Minggu, Tentara Kemerdekaan Kachin, kelompok etnis bersenjata besar lainnya, mengeklaim telah merebut Sumprabum, sebuah kota kecil di negara bagian Kachin di utara.
(mas)
Lihat Juga :