Pemberontak Terkuat Rebut Markas Komando Militer Myanmar, Penjarakan Ratusan Tentara

Selasa, 07 Mei 2024 - 13:42 WIB
loading...
Pemberontak Terkuat...
Arakan Army, kelompok pemberontak terkuat Myanmar, merebut markas Komando Operasional Nomor 15 di Buthidaung. Kelompok tersebut memenjarakan ratusan tentara pemerintah yang menyerah. Foto/Arakan Army Information Desk
A A A
NAYPYIDAW - Arakan Army (Tentara Arakan), kelompok pemberontak etnis terkemuka dan terkuat yang memerangi junta militer Myanmar, mengumumkan telah memenjarakan ratusan tentara pemerintah setelah merebut markas Komando Operasional Nomor 15 di Buthidaung.

Pasukan pemberontak telah mencapai kemajuan signifikan dalam perang melawan pemerintahan militer, yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, dalam beberapa bulan terakhir.

Pasukan Jenderal Hlaing telah menguasai Myanmar—juga dikenal sebagai Burma—sejak kudeta militer pada tahun 2021 menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi.

Mengutip laporan AP, Selasa (7/5/2024), pengumuman dari Arakan Army disampaikan Senin petang. Namun pihak junta militer Myanmar belum bersedia berkomentar.

Baca Juga: Dereten Kelompok Bersenjata yang Berperang dengan Junta Myanmar

Arakan Army, sayap militer gerakan etnis minoritas Rakhine yang terlatih dan dipersenjatai dengan baik, telah melakukan serangan terhadap pos-pos militer di negara bagian Rakhine di bagian barat selama sekitar enam bulan.

Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan video yang di-posting di Telegram bahwa para tentara yang tergabung dalam markas Komando Operasional Nomor 15 pemerintah militer di kota Buthidaung di Rakhine menyerah setelah dikepung.

Buthidaung terletak sekitar 240 mil barat daya Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Negara-Negara Barat...
Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat
Rekomendasi
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Berita Terkini
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Infografis
5 Negara Islam dengan...
5 Negara Islam dengan Kekuatan Militer Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved