Wanita Selingkuhan Ini Gunakan Sperma Suami Orang agar Miliki Anak dan Dapat Warisan

Selasa, 30 April 2024 - 12:59 WIB
loading...
Wanita Selingkuhan Ini...
Seorang wanita selingkuhan di China gunakan sperma dari kekasihnya yang telah meninggal agar memiliki anak dan mendapatkan warisannya. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Seorang wanita di China menjadi selingkuhan pria yang telah menikah.

Ketika pria tersebut meninggal, wanita itu menggunakan sperma mendiang untuk hamil dan memiliki anak dengan tujuan agar si anak dapat mewarisi aset dari pria tersebut.

Meski tindakannya memiliki anak tersebut berhasil, namun misinya untuk mendapatkan warisan gagal karena istri sah mendiang dinyatakan memenangkan kasus tersebut di pengadilan setempat.

Mengutip China Daily, Selasa (30/4/2024), pada April 2021, seorang pria yang sudah menikah, bermarga Wen, kehilangan nyawanya dalam kecelakaan lalu lintas di Qingyuan, yang terletak di Provinsi Guangdong, China tenggara.

Baca Juga: Ketahuan Selingkuh dengan Pria Beristri, Ratu Kecantikan Jepang Serahkan Kembali Mahkotanya

Pada Desember tahun tersebut, kekasih gelap Wen, yang bermarga Ling, melahirkan seorang anak laki-laki; Xiaowen, setelah menggunakan embrio yang sebelumnya telah dibuahi dan dibekukan di klinik swasta.

Ling tidak dapat membuktikan bahwa embrio tersebut dibuahi oleh sperma Wen atau bahwa dia memiliki izin untuk menggunakan sperma Wen.

Ling mengeklaim bahwa embrio yang digunakan dalam prosedur tersebut dibuat dari sperma dan sel telur yang dikumpulkan dari Wen dan dirinya sendiri sebelum kematian Wen.

Pada Agustus 2023, Ling mengajukan gugatan ke Pengadilan Qingcheng, menuntut istri sah Wen berbagi asuransi jiwa, properti, dan ekuitas perusahaan Wen dengan Xiaowen.

Pengadilan menolak klaim Ling, dengan menetapkan bahwa Ling gagal membuktikan bahwa sel telur beku tersebut dibuahi oleh sperma Wen atau memberikan bukti yang meyakinkan bahwa mendiang Wen telah memberinya izin untuk menggunakan spermanya.

Selain itu, Wen tidak menyatakan apa pun dalam surat wasiatnya mengenai transplantasi embrio anumerta.

Istri sah Wen dikabarkan tidak mengetahui bahwa Ling melahirkan anak biologis Wen melalui operasi transfer embrio.

Transfer embrio, sebuah prosedur teknologi reproduksi berbantuan (ART) yang sering dikaitkan dengan fertilisasi in vitro (IVF), melibatkan penempatan satu atau lebih sel telur yang telah dibuahi—disebut sebagai embrio—ke dalam rahim.

IVF dapat dilakukan dengan menggunakan sel telur dan sperma pasangan sendiri. Alternatifnya, bisa melibatkan sel telur, sperma, atau embrio dari donor yang dikenal atau tidak dikenal.

Dalam kasus lain, orang mungkin memilih untuk memiliki pembawa kehamilan—seseorang yang memiliki embrio yang ditanamkan di rahimnya—untuk melahirkan bayinya.

Hukum di China kurang jelas mengenai hak waris bayi yang lahir dari embrio beku, seperti yang dikatakan Zhao Nyuhuan, pengacara di firma hukum Ronly&Tenwen Partners, kepada Guangzhou Daily.

Undang-Undang Perdata China yang disahkan pada tahun 2021 mengakui hak waris janin, namun tidak secara eksplisit menyebutkan embrio beku.

"Namun, mengingat potensi embrio beku untuk berkembang menjadi bentuk kehidupan yang utuh, ada baiknya mempertimbangkan apakah akan memberikan perlindungan hukum pada tingkat tertentu dalam kondisi tertentu seperti hak waris,” kata pengacara tersebut.

Huang Dehao, dari Firma Hukum Zhonglun W&D, menjelaskan bahwa operasi transfer embrio di klinik swasta yang memenuhi syarat adalah sah selama operasi tersebut disetujui oleh pemilik embrio beku.

Mitra senior Lin Zhaorun dari Genius Law Firm percaya bahwa, karena kompleksitas dan pertimbangan etis dalam proses ini, pengadilan harus menilai setiap situasi berdasarkan kasus per kasus.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
Ini 11 Efek Buruk Orang...
Ini 11 Efek Buruk Orang Tua Terlalu Sering Memarahi Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved