alexametrics

AS Habisi Dalang Pemboman Kapal Perang USS Cole di Yaman

loading...
AS Habisi Dalang Pemboman Kapal Perang USS Cole di Yaman
Kapal perang USS Cole yang dibom agen al-Qaeda di Yaman tahun 2000. Pemboman itu menewaskan 17 pelaut Amerika Serikat dan melukai 39 orang lainnya. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara di Yaman yang menewaskan salah satu dalang pemboman kapal perang USS Cole pada tahun 2000. Pemboman kala itu menewaskan 17 pelaut Amerika dan melukai 39 orang lainnya.

Target yang dibunuh dalam serangan militer Washington di Yaman adalah Jamal Ahmed Mohammed Ali al-Badawi. Pada tahun 2003, dia dinyatakan bersalah oleh panel hakim federal di AS atas tuduhan mendalangi pemboman terhadap kapal perang USS Cole.

Menurut Komando Pusat Militer AS yang dikutip Reuters, Sabtu (5/1/2019), serangan yang menewaskan Badawi berlangsung pada 1 Januari di wilayah Marib, Yaman.



Badawi pernah melarikan diri dari penjara di Yaman dua kali, yakni pada pada tahun 2003 dan pada tahun 2006. Sejak melarikan diri, AS menawarkan hadiah USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Pemboman terhadap USS Cole menjadi pukulan telak bagi militer AS. Tragedi serangan itu terjadi pada 12 Oktober 2000, di mana dua pria di kapal kecil meledakkan bahan peledak di kapal perang bersenjata rudal milik Angkatan Laut AS. Kapal USS Cole yang dibom itu sedang mengisi bahan bakar di Aden. Ledakan itu membuat lambung kapal menganga lebar.

Badawi dituduh AS sebagai agen al-Qaeda. Belum jelas apakah serangan udara yang menewaskannya hasil operasi CIA atau pasukan militer AS. Seorang pejabat pemerintah AS yang berbicara kepada CNN dalam kondisi anonim mengatakan, serangan udara itu hasil operasi gabungan antara militer dan intelijen.

Menurut pejabat tersebut, Badawi sedang mengemudi sendirian di sebuah kendaraan di wilayah Marib, sebelah timur Sana'a, pada saat serangan udara terjadi.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak