Tak Ingin Bersitegang dengan Militer Thailand, Pemberontak Myanmar Mundur dari Perbatasan

Rabu, 24 April 2024 - 17:35 WIB
loading...
A A A
"Thailand telah menerima laporan bahwa negosiasi mungkin dimulai antara kelompok-kelompok yang bersaing di pihak Myanmar," kata Nikorndej, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca Juga: Perang Berkobar di Perbatasan Myanmar dan Thailand, Ada Apa Gerangan?

Dia menambahkan bahwa Thailand telah mengusulkan kepada Laos, ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, agar mereka dapat menjadi tuan rumah pertemuan yang bertujuan untuk mengakhiri krisis Myanmar.

Militer menghadapi tantangan terbesarnya sejak pertama kali mengambil alih Myanmar pada tahun 1962, terjebak dalam konflik berintensitas rendah dan berjuang untuk menstabilkan perekonomian yang telah runtuh sejak kudeta tahun 2021 yang mengakhiri satu dekade demokrasi dan reformasi tentatif.

Negara ini terjebak dalam perang saudara antara militer di satu sisi dan, di sisi lain, aliansi longgar tentara etnis minoritas dan gerakan perlawanan yang lahir dari tindakan keras berdarah junta terhadap perbedaan pendapat anti-kudeta.

Junta telah kehilangan kendali atas sejumlah wilayah perbatasan utama yang dikuasai kelompok pemberontak.

Foto-foto yang diposting di beberapa kelompok media sosial pro-junta menunjukkan segelintir tentara mengibarkan bendera Myanmar di pangkalan militer yang dikuasai KNU beberapa hari sebelumnya, dan tempat kelompok pemberontak mengibarkan spanduknya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved