Tak Ingin Bersitegang dengan Militer Thailand, Pemberontak Myanmar Mundur dari Perbatasan

Rabu, 24 April 2024 - 17:35 WIB
loading...
Tak Ingin Bersitegang...
Pasukan Thailand bersiaga di perbatasan menyusul pemberontak yang mengejar tentara junta. Foto/AP
A A A
BANGKOK - Kelompok pemberontak Myanmar telah menarik pasukannya dari sebuah kota di sepanjang perbatasan Thailand menyusul serangan balasan yang dilakukan oleh tentara junta yang berkuasa di mana pejuang perlawanan telah merebut pos perdagangan utama bulan ini.

"Persatuan Nasional Karen (KNU) melakukan mundur sementara dari kota Myawaddy," kata seorang juru bicara KNU Saw Taw Nee, dilansir Reuters. Itu setelah kembalinya tentara junta ke kawasan strategis penting yang merupakan saluran perdagangan luar negeri tahunan yang bernilai lebih dari USD1 miliar.

“Pasukan KNLA akan … menghancurkan pasukan junta dan pasukan pendukung mereka yang bergerak menuju Myawaddy,” kata Saw Taw Nee, merujuk pada sayap bersenjata kelompok tersebut, Tentara Pembebasan Nasional Karen, salah satu pasukan tempur etnis tertua di Myanmar.

Namun dia tidak mengatakan apa langkah selanjutnya yang akan diambil.

Pertempuran baru-baru ini berkobar pada hari Sabtu di Myawaddy, memaksa 3.000 warga sipil melarikan diri dalam satu hari ketika pemberontak berjuang untuk mengusir pasukan pemerintah Myanmar yang terdampar dan bersembunyi di jembatan penyeberangan perbatasan.

Pada hari Rabu, Thailand mengatakan pertempuran telah mereda dan mereka berharap untuk membuka kembali perbatasannya karena perdagangan telah terpukul. Dikatakan sebagian besar warga sipil telah kembali dan 650 orang masih bertahan.

“Situasinya telah membaik secara signifikan,” kata juru bicara Nikorndej Balankura dalam sebuah pengarahan. “Meskipun demikian, kami memantau dengan cermat situasi yang sangat tidak menentu dan dapat berubah.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved