Rakyat Belarusia Lawan Diktator
Selasa, 18 Agustus 2020 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A

Selain itu, Belarusia memegang posisi strategis bagi Rusia, terutama dalam bisnis energi. Sebab, hampir seluruh jalur pipa gas Rusia menuju Eropa Barat melintasi Belarusia . Belarusia juga menjadi tempat strategis untuk mengawasi dan mengantisipasi pergerakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Rusia dan Belarusia menyatakan pihak asing berupaya melakukan intervensi politik demi menjatuhkan Lukashenko. Lukashenko sendiri mengatakan pesawat tempur dan tank milik NATO mulai aktif di wilayah perbatasan. Namun, NATO membantah telah menggerakkan armada perangnya mendekati kawasan Belarusia.
“Pasukan NATO telah bergerak dan berada di luar gerbang Belarusia. Lituania, Latvia, dan Ukraina meminta kepada kami untuk mengulang pemilu,” ujar Lukashenko. “Jika hal itu harus kembali diulang-ulang, apalah artinya pemilu. Saya tidak pernah mengkhianati rakyat,” katanya. (Baca juga: 75 Tahun Merdeka, Politikus PPP Ingatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan)
Lawan politik Lukashenko, Sviatlana Tsikhanouskaya telah melarikan diri menuju Lituania sejak pekan lalu. Dia merasa tidak puas dan mengimbau dibentuknya dewan nasional yang bisa memfasilitasi pergantian tampuk kepemimpinan. Dia juga berharap adanya pengulangan perhitungan suara.
Oposisi lainnya, Maria Kolesnikova mengatakan, rezim Lukashenko sudah menduduki kekuasaan di Belarusia terlalu lama dan mendesaknya untuk mengundurkan diri. Dia juga mendesak rakyat dan pejabat Belarusia menekan rasa takut serta meninggalkan Lukashenko.
“Kalian luar biasa, aku cinta kalian,” ujar Kolesnikova. “Kawan-kawan, ini kesempatan terakhir. Berpihaklah kepada kebaikan dan rakyat. Kita adalah mayoritas. Kita berkuasa,” ujarnya dilansir BBC.
Lihat Juga :