4 Fakta Kerusuhan di Minneapolis, Salah Satunya Rakyat AS Sudah Marah Besar

Senin, 26 Januari 2026 - 04:40 WIB
loading...
4 Fakta Kerusuhan di...
Kebijakan Donald Trump menangani demonstrasi yang berujung pada kerusuhan di Menneapolis membuat rakyat AS marah. Foto/X/@iamAtheistGirl
A A A
WASHINGTON - Anggota keluarga telah mengidentifikasi pria yang ditembak mati oleh agen federal Amerika Serikat selama penggerebekan imigrasi di kota Minneapolis sebagai Alex Jeffrey Pretti, seorang warga negara Amerika berusia 37 tahun.

Penembakan terhadap Pretti pada hari Sabtu terjadi ketika Minneapolis masih berduka atas kematian warga negara AS lainnya, Renee Good, yang tewas awal bulan ini ketika seorang agen federal lainnya menembaki kendaraannya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menggambarkan insiden pada hari Sabtu sebagai serangan, dengan mengatakan seorang agen Patroli Perbatasan menembak untuk membela diri setelah seorang pria mendekati agen dengan pistol dan dengan keras melawan upaya untuk melucuti senjatanya.

Namun, saksi dan keluarga Pretti menolak klaim tersebut, sementara video dari tempat kejadian juga tampaknya bertentangan dengan keterangan tersebut.

4 Fakta Kerusuhan di Minneapolis, Salah Satunya Rakyat AS Sudah Marah Besar

1. Beda Versi Federal dan Saksi di Lapangan

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan kepada wartawan bahwa Pretti telah menyerang agen dalam penggerebekan imigrasi di Minneapolis, yang merupakan kota terbesar di negara bagian Minnesota, sementara pejabat federal memposting gambar senjata yang menurut mereka dibawanya pada saat penembakan.

“Dia tidak berada di sana untuk melakukan protes damai. Dia berada di sana untuk melakukan kekerasan,” kata Noem dalam konferensi pers.

Komandan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), Gregory Bovino, mengatakan Pretti ingin melakukan “kerusakan maksimal dan pembantaian penegak hukum”, sementara wakil kepala staf Trump, Stephen Miller, menggambarkan korban sebagai “calon pembunuh”.

Namun, video dari saksi mata yang diverifikasi oleh kantor berita Reuters menunjukkan Pretti, memegang telepon seluler di tangannya, bukan senjata, saat ia mencoba membantu para pengunjuk rasa lain yang telah didorong ke tanah oleh agen federal.

Saat video dimulai, Pretti terlihat merekam saat seorang agen federal mendorong seorang wanita dan menjatuhkan wanita lain ke tanah. Pretti bergerak di antara agen dan para wanita, lalu mengangkat lengan kirinya untuk melindungi diri saat agen menyemprotnya dengan semprotan merica.

Beberapa agen kemudian menangkap Pretti – yang melawan mereka – dan memaksanya berlutut. Saat para agen menahan Pretti, seseorang berteriak seperti peringatan tentang keberadaan senjata api. Rekaman video kemudian menunjukkan salah satu agen mengambil senjata dari Pretti dan menjauh dari kelompok tersebut.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Mobil Dibom Israel,...
Mobil Dibom Israel, Jubir Hamas Lolos dari Pembunuhan
Rekomendasi
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Spanyol Tantang Prancis...
Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved