Pertama Kali dalam Sejarah, AS Jatuhkan Sanksi ke Batalion Netzah Yehuda, Israel Terkejut dan Marah

Minggu, 21 April 2024 - 18:40 WIB
loading...
A A A
Anggota unit ini telah terlibat dalam berbagai insiden kontroversial dan kekerasan dan juga pernah dihukum karena menyiksa dan menganiaya tahanan Palestina.

Sejak perang Israel-Hamas dimulai pada tanggal 7 Oktober, AS telah mengeluarkan tiga putaran sanksi terhadap individu pemukim karena melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Putaran terakhir dikeluarkan pada hari Jumat dan melibatkan pemimpin kelompok sayap kanan Lehava, Benzi Gopstein, yang merupakan sekutu dekat Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.

Ben Gvir mengatakan pada hari Sabtu bahwa menerapkan “sanksi terhadap tentara kami adalah garis merah.”

Menggambarkan laporan Axios sebagai “sangat serius,” Ben Gvir menyatakan bahwa dia “mengharapkan Menteri Pertahanan Yoav Gallant untuk tidak tunduk pada perintah Amerika” dan bahwa anggota Netzah Yehuda “harus mendapat dukungan penuh.”

“Jika tidak ada orang di Kementerian Pertahanan yang akan mendukung batalion tersebut sesuai kebutuhan, saya akan meminta untuk memasukkan mereka ke dalam Kepolisian Israel dan Kementerian Keamanan Nasional,” lanjut Ben Gvir, yang menambahkan bahwa dia bersedia untuk berintegrasi. batalion menjadi Polisi Perbatasan.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan penerapan sanksi “ketika Israel sedang memperjuangkan eksistensinya adalah tindakan yang sangat gila.”

“Ini adalah bagian dari langkah yang direncanakan untuk memaksa Negara Israel menyetujui pembentukan negara Palestina dan mengabaikan keamanan Israel,” kata Smotrich dalam sebuah postingan di X.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved