Hampir 1 Miliar Orang Akan Mengikuti Pemilu Terbesar di Dunia

Sabtu, 20 April 2024 - 21:50 WIB
loading...
A A A
“Hal pertama yang saya pilih adalah memiliki negara tanpa ketidakharmonisan agama. Di Tamil Nadu – Hindu, Muslim, Kristen, kita semua bersama. Dan persatuan ini harus tumbuh,” kata Mary Das, 65 tahun, yang sedang menunggu pemungutan suara.

P. Chidambaram, seorang pemimpin partai oposisi di Kongres dan mantan menteri keuangan negara tersebut, mengatakan bahwa masyarakat Tamil Nadu tidak akan memilih BJP karena “mereka menerapkan satu bahasa, satu budaya, satu sistem dan satu jenis makanan.”

BJP telah lama berjuang untuk memperoleh suara di negara bagian tersebut, di mana dua partai regional yang kuat – Dravida Munnetra Kazhagam dan All India Anna Dravida Munnetra Kazhagam – mendominasi. BJP mendapatkan hasil kosong pada tahun 2019, dan memenangkan satu kursi pada tahun 2014.

Di Rajasthan, masyarakat yang kembali dari tempat pemungutan suara menutupi kepala mereka dari angin yang berdebu.

“Kalau pemerintahan baru mampu mengatasi pengangguran, maka itu bagus. Orang-orang bermigrasi dari wilayah ini untuk mencari nafkah,” kata Atinder Singh, 26 tahun.

Pemungutan suara juga dilakukan di negara bagian Manipur di bagian timur laut, tempat terjadinya perang saudara selama setahun yang telah memicu kekerasan etnis. Massa mengamuk di desa-desa dan membakar rumah-rumah, dan lebih dari 150 orang terbunuh.

Pemilu ini diadakan setelah satu dekade kepemimpinan Modi, di mana BJP telah mengkonsolidasikan kekuasaan melalui kombinasi politik yang mengutamakan Hindu dan pembangunan ekonomi.

Modi telah meningkatkan retorika nasionalis Hindu dalam kampanyenya, dan berusaha menampilkan dirinya sebagai pemimpin global. Para menterinya menyebut dia sebagai pengurus, sementara para pendukungnya merayakan janji kampanyenya untuk menjadikan India sebagai negara maju pada tahun 2047, ketika negara itu memperingati 100 tahun kemerdekaannya.

Meskipun perekonomian India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, banyak masyarakatnya yang menghadapi kesulitan ekonomi yang semakin besar. Aliansi oposisi berharap dapat memanfaatkan hal ini, dengan berupaya menggalang dukungan pemilih terhadap isu-isu seperti tingginya pengangguran, inflasi, korupsi, dan rendahnya harga pertanian yang telah memicu protes petani selama dua tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved