Lithuania: Pengerahan Personel Militer Rusia ke Belarusia Adalah Invasi

Senin, 17 Agustus 2020 - 22:58 WIB
loading...
Lithuania: Pengerahan...
Menteri Luar Negeri Lithuania, Linas Linkevicius menyatakan, pengerahan pasukan militer Rusia ke Belarusia sama saja dengan invasi. Foto/REUTERS
A A A
VILNIUS - Menteri Luar Negeri Lithuania , Linas Linkevicius menyatakan, pengerahan pasukan militer Rusia ke Belarusia sama saja dengan invasi. Ini adalah respon atas penawaran bantuan oleh Moskow kepada Minsk, termasuk bantuan militer, untuk meredam demonstrasi besar-besaran di Belarusia.

"Tidak ada alasan untuk dukungan militer dari Rusia, dan tidak ada alasan hukum atau alasan lain untuk itu. Itu akan menjadi invasi ke negara itu dan akan menghancurkan jejak terakhir kemerdekaannya," kata Linkevicius.

"Rusia akan mengambil resiko besar jika melakukannya, dalam menghadapi apa yang terjadi di Belarusia, dalam menghadapi dukungan rakyat. Harus dipastikan bahwa invasi tidak akan dibenarkan, baik secara hukum, moral, maupun politik," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/8/2020).

( Baca juga: NATO Bantah Tumpuk Pasukan dan Peralatan Militer Dekat Belarusia )

Sebelumnya diwartakan, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan siap mengirimkan tentara ke Belarusia untuk membantu negara tersebut menghalau para demonstran dan mengendalikan situasi. Hal itu disampaikan Putin saat melakukan pembicaraan dengan Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko.

Kremlin menuturkan, dalam pembicaraan itu Putin menyatakan bahwa Rusia siap membantu Belarusia sesuai dengan pakta militer kolektif jika perlu dan mengatakan tekanan eksternal sedang diterapkan ke negara itu, tanpa mengatakan dari mana asalnya.

Sementara itu, Lukashenko mengatakan tank dan pesawat NATO telah dikerahkan 15 menit dari perbatasan Belarusia dan negara-negara tetangga memerintahkan negara itu untuk mengadakan pemilihan baru. Permintaan itu dengan tegas ditolak Lukashenko.

(B aca juga: Kekuatan Baterai Peugeot e-208 Diuji di Lithuania )

NATO sendiri telah membantah klaim Lukashenko. "Tidak ada penumpukan militer NATO di kawasan itu. Kehadiran pasukan multinasional NATO bukanlah ancaman bagi negara manapun. Ini sangat defensif, proporsional, dan dirancang untuk mencegah konflik dan menjaga perdamaian," ucap juru bicara NATO, Oana Lungescu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved